Kompas.com - 28/09/2012, 10:30 WIB
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Pemerintah Pakistan berencana membuka rute bus dari kota Mirpur, Kashmir, menuju Birmingham, Inggris, sejauh 8.000 km.

Jika terlaksana, rencana unik ini akan membawa penumpang bus itu melalui sejumlah daerah paling berbahaya di Pakistan sebelum masuk ke wilayah Iran, Turki, dan Eropa.

Perjalanan bus ini diperkirakan bisa memakan waktu selama delapan hari.

Berapa ongkos perjalanan jauh ini? Menteri Transportasi Kashmir Pakistan Tahir Khokher kepada AFP mengatakan, biaya perjalanan ini dipatok sebesar 210 dollar AS atau sekitar Rp 2.000.000 saja.

Harga ini jauh lebih murah ketimbang ongkos pesawat terbang yang bisa mencapai Rp 9,5 juta sekali jalan.

Meski murah, bagaimana soal kenyamanan dan keamanan penumpang? Khokher yakin penumpang bus akan cukup aman meski harus melintasi wilayah berbahaya seperti Provinsi Baluchistan yang sebagian wilayahnya dikuasai Taliban, yang kerap dilanda kekerasan sektarian dan pemberontakan.

"Para pejabat Baluchistan memastikan kepada saya akan menyediakan pengamanan terbaik," kata Khokher.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pejabat Kashmir sudah memulai rencana ini sejak tiga bulan lalu dan tengah mengadakan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan bus. Namun, hingga kini belum ditentukan kapan perjalanan perdana bus antarbenua ini akan dilaksanakan.

Birmingham memiliki populasi warga Pakistan yang cukup besar. Banyak dari warga Pakistan itu berasal dari Mirpur, salah satu kota terbesar di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X