Kompas.com - 14/09/2012, 11:12 WIB
EditorEgidius Patnistik

SANAA, KOMPAS.com — Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, Kamis (13/9/2012), meminta maaf kepada Presiden AS Barack Obama atas serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Yaman, Sanaa. Tiga orang tewas dalam konflik tersebut.

Serangan di Yaman terjadi sebagai bagian dari kemarahan yang tersebar luas di seluruh dunia Muslim mengenai film AS yang menghujat Nabi Muhammad SAW. "Saya meminta maaf kepada Presiden AS Barack Obama dan rakyat Amerika Serikat atas serangan agresif terhadap Kedutaan Besar AS di Sanaa," kata Hadi di dalam pernyataan singkat sebagaimana dikutip kantor berita Yaman, Saba.

"Mereka yang melancarkan serangan ini adalah massa yang tak menyadari rencana yang berjangkauan jauh oleh kekuatan zionis, terutama mereka yang menyiarkan film yang menghina Nabi Muhammad SAW," kata Hadi saat ia memerintahkan penyelidikan mengenai serangan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Yaman mengatakan di dalam satu pernyataan singkat bahwa "semua staf diplomatik di Kedutaan Besar AS di Sanaa telah diungsikan pada pagi hari yang sama ke satu tempat aman dan tak seorang pun cedera".

Jumlah korban akibat bentrokan selama berjam-jam antara demonstran yang marah dan pasukan keamanan di dalam Kedutaan Besar AS dan sekitarnya bertambah menjadi tiga orang, semuanya pemrotes. Sementara itu sebanyak 30 orang mengalami cedera, sebagian dari mereka terkena peluru dan berada dalam kondisi kritis, kata laporan medis yang disiarkan jejaring hak asasi manusia organisasi nonpemerintah setempat.

Ratusan pemrotes muda berpawai di luar gedung kedutaan itu sejak pagi hari sehingga tentara melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan mereka. Namun, pemrotes berhasil menembus blokade keamanan dan memanjat tembok kedutaan besar lalu membuka pintu sehingga pemrotes lain bisa masuk, kata beberapa saksi mata.

Semua perlengkapan dan mobil di dalam kedutaan besar tersebut dirusak, termasuk kendaraan lapis baja duta besar AS, sementara beberapa bagian bangunan kedutaan besar dibakar, demikian laporan keamanan yang disampaikan tim penyelidik Yaman ke Kementerian Dalam Negeri. Laporan itu disampaikan sekitar satu jam setelah pasukan keamanan mengusir pemrotes dan memulihkan keadaan di kedutaan besar tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X