Siapa di Balik Film Anti-Islam?

Kompas.com - 13/09/2012, 13:25 WIB
EditorEgidius Patnistik

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Siapa berada di balik sebuah film anti-Islam yang kini mengguncang Timur Tengah masih menjadi misteri. Film tersebut telah memicu protes mematikan di Libya, di tengah klaim yang bertentangan tentang keterlibatan Yahudi atau oknum dari komunitas Koptik.

Sutradara film itu, yang menyebut dirinya Sam Bacile, Selasa (11/9/2012), mengatakan, ia seorang Amerika-Israel dan mendapat dukungan dana Yahudi. Ia kini bersembunyi setelah muncul protes di Mesir dan Libya terhadap film berbiaya murahnya itu yang berjudul Innocence of Muslims.

Duta Besar AS untuk Libya Chris Stevens dan tiga warga Amerika lainnya tewas di Benghazi, Libya, Selasa, dalam sebuah aksi protes terhadap film itu, tepat pada peringatan 11 tahun serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat.

Namun, keraguan tentang identitas Bacile berkembang. Pasalnya, berdasarkan laporan media AS, Bacile merujuk ke seorang Koptik California yang dihukum karena terlibat kejahatan keuangan. Ia tinggal di luar Los Angeles.


Teka-teki terkait orang-orang di belakang film itu semakin rumit. Para pemain dan kru film telah menyuarakan kemarahan karena merasa telah dieksploitasi. Setidaknya seorang dari mereka telah mengatakan bahwa bagian-bagian dialog yang bersifat menyerang Islam telah mengalami sulih suara. Kata-kata itu bukan kata-kata mereka sebagaimana ketika film itu disyuting.

Steve Klein, seorang konsultan film itu, membantah bahwa Pemerintah Israel terlibat dalam pembuatan film tersebut. Ia mengatakan, Bacile, yang ia tahu merupakan nama samaran, merasa terganggu setelah mendengar kematian duta besar AS untuk Libya. "Dia sangat marah bahwa duta besar itu terbunuh," katanya kepada AFP.

Dalam sebuah wawancara dengan harian Wall Street Journal yang diterbitkan Selasa, Bacile terang-terangan menyerang Islam. Dalam wawancara itu, ia mengatakan, dirinya telah mengumpulkan 5 juta dollar AS dari 100 donor Yahudi untuk membuat film itu. Ia mengaku telah memakai jasa sekitar 60 aktor dan 45 kru untuk membuat film berdurasi dua jam tersebut selama tiga bulan pada tahun lalu di California.

Film tersebut sempat diputar di salah satu bioskop di Hollywood sekitar tiga bulan yang lalu. Setelah itu, film tersebut tenggelam tanpa jejak, sampai sebuah versi sulih suara dalam bahasa Arab dirilis minggu lalu dan rekamannya disiarkan stasiun televisi Mesir. Versi itulah yang kemudian memicu protes.

Namun, para pemain dan kru menyatakan kemarahan, Rabu, demikian lapor CNN, yang mengutip pernyataan bersama mereka yang mengatakan, "Seluruh pemain dan kru sangat marah dan merasa dikadali produser." "Kami 100 persen tidak berada di belakang film itu dan telah dibohongi terkait niat dan tujuannya ... Kami sangat terkejut dengan penulisan ulang yang sangat berbeda dari script (awal) dan kebohongan yang telah diberitahu kepada semua yang terlibat."

Aktris Cindy Lee Garcia, yang memerankan perempuan yang anak gadisnya diserahkan kepada Muhammad untuk dinikahi, mengatakan, dia tidak tahu bahwa film itu merupakan propaganda anti-Muslim. Ia menambahkan, dialog dalam film itu telah disulih ulang setelah syuting.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    [POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

    [POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

    Internasional
    Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

    Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

    Internasional
    Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

    Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

    Internasional
    Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

    Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

    Internasional
    Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

    Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

    Internasional
    Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

    Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

    Internasional
    Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

    Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

    Internasional
    Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

    Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

    Internasional
    Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

    Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

    Internasional
    Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

    Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

    Internasional
    Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

    Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

    Internasional
    Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

    Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

    [POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

    Internasional
    Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

    Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

    Internasional
    Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

    Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X