Kompas.com - 20/08/2012, 08:09 WIB
|
EditorAgnes Swetta Pandia

ANTAKYA, KOMPAS.com-Sekitar 1200 WNI dari berbagai penjuru di Mesir Minggu pagi (19/08/2012) berkumpul bersama melaksanakan shalat Idul Fitri dan halal bihalal di halaman KBRI.

Bertindak sebagai Imam shalat, ustadz Mukhlis Suniman, salah seorang WNI/mahasiswa al-Azhar Mesir. Sedangkan khatib adalah Atase Pendidikan KBRI Kairo, Prof Dr. Sangidu M. Hum. Demikian keterangan pers KBRI Kairo yang diterima wartawan Kompas, Musthafa Abd. Rahman, yang kini sedang berada di Antakya - Turki.

Dalam khutbahnya, Prof. Sangidu menguraikan mengenai fase kehidupan manusia, yang dimulai dari alam kandungan, alam dunia dan berakhir di alam akhirat.

Dalam kandungan, paparnya, berbagai persiapan fisik dan rohani telah diberikan Allah untuk manusia agar mampu menjalankan tugasnya di dunia kelak.

Lantas, manusia lahir dan hidup di alam dunia. Di dunia inilah, manusia merasakan berbagai sifat insaniyah, seperti senang, sedih, letih dan lain sebagainya. Di sini, manusia akan dicoba dengan berbagai macam kenikmatan dan kesedihan. Namun yang perlu digarisbawahi bahwa dunia hanya sekadar jembatan menuju alam akhirat. Dunia sejatinya dijadikan sebagai lading amal shalih demi kebahagiaan di akhirat yang lebih kekal.

Setelah kehidupan dunia, manusia akan berjalan menuju alam akhirat dimana manusia akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan yang sudah dia lakukan selama di dunia. Jika baik amalnya di dunia, maka akan baik pula ganjaran yang akan dia peroleh. Namun sebaliknya, jika buruk amalnya, maka dia juga akan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Yang terpenting, tutur, professor Sangidu, manusia akan memperoleh kekuatan yang dahsyat jika mampu melakukan konvergensi yang tepat atas potensi jasmani dan rohani yang dimilikinya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Jumat (17/08/2012) WNI di Mesir menghadiri upacara pengibaran bendera memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI ke -67.

Bertindak selaku inspektur upacara, Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi, dan komandan upacara Mayor Alvin Dermawan Sukardi. Para siswa Sekolah Indonesia Cairo bertindak sebagai pasukan pengibar bendera (Paskibra).

Adapun sekitar 100 peserta yang hadir dalam upacara tersebut adalah perwakilan dari masyarakat Indonesia di Mesir dari unsur staf KBRI, mahasiswa, pelajar Sekolah Indonesia Cairo, WNI ekspatriat dan para tenaga kerja Indonesia yang sedang berada di shelter KBRI.

Upacara yang berlangsung selama tiga puluh menit tersebut beralangsung dengan khidmat dan lancar.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X