Kompas.com - 09/08/2012, 12:43 WIB
EditorKistyarini

RAMALLAH, KOMPAS.com - Laboratorium Swiss hanya akan membantu penyelidikan penyebab kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat, jika mendapat jaminan temuannya takkan digunakan untuk tujuan politik, kata juru bicara laboratorium tersebut, Rabu (8/8).

Satu komisi yang menyelidiki kematian presiden Palestina tersebut telah meminta Swiss Radiophysics Institute, yang menemukan jejak polonium isotope --yang mematikan-- di pakaian Arafat yang diserahkan jandanya untuk film dokumenter Al Jazeera belum lama ini, untuk menyelidiki kerangkanya.

"Kami telah diundang oleh Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) dan kami saat ini sedang mempelajari cara paling cocok untuk menanggapi permintaan ini," kata Darcy Christen, juru bicara lembaga itu, dalam satu surel.

"Sementara itu, kekhawatiran utama kami ialah jaminan kemerdekaan, kredibilitas dan transparansi atas setiap keterlibatan yang kami lakukan," kata Christen, menjawab pertanyaan Reuters, Rabu (8/8/2012).

Setelah menderita sakit yang tak diketahui penyebabnya, Arafat diterbangkan ke Perancis pada 2004, ketika ia sakit parah selama pengepungan berkepanjangan oleh Israel ditingkatkan terhadap kompleksnya selama intifada (perlawanan) Palestina. Ia meninggal tak lama setelah tiba di sana.

Kematiannya mencuatkan desas-desus di kalangan rakyat Palestina mengenai pembunuhan, yang diduga banyak orang dilakukan oleh Israel. Penyelidikan mengenai kasus tersebut dapat memperburuk sikap permusuhan Palestina terhadap Israel dan menyebar kecurigaan bahwa ada yang bersekongkol untuk meracuni dia dengan instruksi dari negara Yahudi.

Tawfiq Tirawi, ketua komisi penyelidik kematian Arafat, mengatakan lembaga Swiss tersebut meminta jaminan sebelum mengirim pakar-pakarnya ke ibukota PNA, Ramallah di Tepi Barat. Namun ia tak menjelaskan sifat jaminan itu.

"Isi korespondensi kami berkaitan dengan pentingnya kedatangan di Palestina sesegera mungkin, tapi mereka menghadapi masalah hukum dan prosedur hukum," kata Tirawi.

Penggalian kerangka Arafat dari kuburannya di kompleks kepresidenan PNA di Ramallah akan menjadi tindakan yang sangat penuh emosi bagi rakyat Palestina. Komisi penyelidik menyatakan pemerintah dan keluarga Arafat bersiap menghadapinya

"Kami menunggu kedatangan (tim Swiss) secepatnya ... pimpinan telah bertekad akan meluluskan apa pun permintaan yang mereka ajukan," kata Tirawi.

Setelah film dokumenter tentang Arafat ditayangkan, Suha Arafat mengajukan petisi pada pengadilan Perancis untuk membuka penyelidikan pembunuhan, dengan alasan kondisi kematian suaminya itu misterius dan pihak forensik Perancis terburu-buru menghilangkan sampel yang diambil dari jenazah Arafat.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.