PBB Cemaskan Pengungsi Palestina di Suriah

Kompas.com - 24/07/2012, 09:47 WIB
EditorEgidius Patnistik

NEW YORK, KOMPAS.com — Badan PBB yang membantu pengungsi Palestina telah menyampaikan keprihatinan mengenai dampak krisis yang berkecamuk di Suriah terhadap 500.000 pengungsi Palestina di negeri itu, kata juru bicara PBB kepada wartawan di Markas PBB, New York, Senin (23/7).

"Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengamati dengan keprihatinan yang bertambah besar situasi di Suriah, terutama berkaitan dengan dampaknya pada kestabilan dan perlindungan 500.000 pengungsi Palestina di seluruh negeri tersebut," kata Eduardo del Buey, Wakil Juru Bicara bagi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

UNRWA, yang didirikan pada 1949, adalah badan PBB yang memberi bantuan, perlindungan, dan saran bagi sebanyak lima juta pengungsi Palestina yang terdaftar di Timur Tengah, termasuk di Jordania, Lebanon, Suriah, dan wilayah Palestina yang diduduki Israel. Badan itu didanai hampir seluruhnya oleh sumbangan sukarela negara-negara anggota PBB.

Badan tersebut juga prihatin dengan keselamatan stafnya, keamanan instalasinya, dan akses kemanusiaan ke pengungsi yang terpengaruh, kata Del Buey. Ia menyatakan, situasi saat ini di permukiman Yarmouk, Damaskus, dan pinggiran ibu kota Suriah tersebut, tempat tinggal masyarakat Palestina dan Suriah, membuat UNRWA sangat khawatir.

"UNRWA mendesak semua pihak agar melakukan tindakan guna menjamin perlindungan bagi pengungsi Palestina dalam situasi konflik bersenjata di Suriah," kata juru bicara itu.

Dalam perkembangan terakhir, pasukan gerilyawan Suriah menduduki pos perbatasan kedua di perbatasan dengan Turki pada hari Minggu, tiga hari setelah mereka menguasai pelintasan Bab al-Hawa, kata seorang diplomat Turki. Pasukan gerilyawan menguasai pelintasan Bab al-Hawa antara Suriah dan Turki, Kamis lalu. Namun,  pada Sabtu petang, satu kelompok sekitar 150 petempur asing menguasai pos Bab al-Hawa



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X