Pertempuran Damaskus Terinspirasi Tripoli

Kompas.com - 23/07/2012, 04:49 WIB
Editor

Perkembangan Suriah sejak pekan lalu sangat mengejutkan. Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di luar dugaan mampu masuk ibu kota Damaskus dan terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah di berbagai distrik penting, seperti distrik Midan, Qabun, Berze, Mezze, dan Kafr Souseh. FSA sejak hari Sabtu (21/7) juga terlibat pertempuran sengit di berbagai distrik di kota Aleppo.

Rabu pekan lalu, FSA juga mengklaim melakukan serangan mematikan ke kantor Biro Keamanan Nasional di Damaskus, yang menewaskan empat pejabat tinggi militer dan keamanan Suriah.

Pertempuran di kota-kota terbesar itu menunjukkan perubahan signifikan dalam taktik yang digunakan FSA. Mereka memindahkan pertempuran di kota-kota provinsi, seperti Homs, Hama, Deraa, dan Deir El Zor, yang sudah berlangsung berbulan-bulan, ke jantung kekuasaan rezim Assad.

Bahkan, FSA juga berusaha menguasai pintu-pintu gerbang Suriah ke dunia luar, seperti bandara internasional Damaskus dan pintu perbatasan Suriah dengan Turki, Irak, Lebanon, dan Jordania.

FSA hingga saat ini masih belum menguasai bandara Damaskus meskipun bandara itu sudah mereka kepung beberapa pekan terakhir ini. Pasukan pemerintah diberitakan menyebar 35 tank dan puluhan meriam antiserangan udara di sekitar bandara untuk menghadapi serangan FSA.

Namun, FSA dikabarkan berhasil menguasai pintu gerbang Al-Hawa di perbatasan Suriah- Turki dan gerbang Bu Kamal di perbatasan Suriah-Irak.

Keputusan FSA memindahkan pertempuran ke kota Damaskus dan Aleppo terinspirasi keberhasilan pasukan oposisi Libya menguasai ibu kota Tripoli, Agustus 2011, yang berandil besar mempercepat jatuhnya rezim Khadafy di Libya. Pasukan oposisi berbulan-bulan terlibat pertempuran di sejumlah kota, tetapi gagal menumbangkan rezim Khadafy, hingga akhirnya masuk Tripoli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

FSA juga memandang pertempuran di kota-kota provinsi hanya jalan di tempat. Akhirnya mereka memutuskan memindahkan pertempuran ke Damaskus dan Aleppo.

Berita baik

Komandan militer gabungan revolusi Suriah, Brigadir Jenderal Faiz Amr, dalam wawancara dengan harian Asharq al Awsat menyampaikan, beberapa hari atau pekan mendatang akan datang berita baik dari Damaskus untuk rakyat Suriah dan para pencinta kebebasan.

Menurut dia, pertempuran Damaskus sudah lama dirancang, tetapi masih menunggu sikap Rusia dan hasil upaya damai utusan khusus PBB-Liga Arab Kofi Annan.

Amr menegaskan, setelah FSA putus asa melihat sikap Rusia yang tak berubah serta upaya damai Annan dinilai gagal, tidak ada pilihan lain kecuali bergerak ke Damaskus.

Menurut sejumlah aktivis Suriah, FSA beberapa hari terakhir ini mengerahkan ribuan personel masuk Damaskus untuk terlibat pertempuran kota melawan pasukan pemerintah.

FSA menggunakan taktik perang gerilya dari distrik ke distrik dan dari rumah ke rumah di dalam Damaskus untuk menghadapi tentara pemerintah dengan persenjataan lebih kuat.

Amr menambahkan, pertempuran Damaskus adalah awal dari akhir pertempuran dengan pasukan pemerintah. Ia menegaskan, pertempuran Damaskus adalah upaya mematahkan tulang punggung rezim Assad.

(Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.