Kompas.com - 12/07/2012, 10:22 WIB
EditorKistyarini

Seorang anak perempuan berusia 16 tahun ditahan polisi pada hari pernikahannya karena suami menuduhnya tidak perawan lagi.

Anak perempuan yang tidak disebutkan namanya karena alasan hukum ditahan dari kediaman keluarga suaminya dan dibawa ke kantor polisi setempat untuk diperiksa.

Pengantin putri remaja ini mengatakan, para pejabat polisi memaki dan menghinanya. Ia ditahan sampai keesokan harinya.

Sejumlah laporan menyebutkan, kasus ini menimbulkan debat panas antara gereja Ortodoks—yang sangat berpengaruh—dan anak-anak muda yang cenderung menerapkan nilai Barat.

Keluarga anak perempuan tersebut ingin membawa kasus itu ke pengadilan.

Survei di Georgia menunjukkan bahwa seorang wanita harus perawan bila menikah, tetapi hal itu tidak berlaku bagi pria.

Wartawan BBC, Damien McGuinnes, di ibu kota Tbilisi, mengatakan, pemerintahan modern Georgia sangat pro-Barat. McGuiness mengatakan, Georgia juga sangat ingin bergabung dengan Uni Eropa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, masalah wanita yang berhubungan seks sebelum pernikahan tetap merupakan masalah yang mengundang silang pendapat di negara itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X