Kompas.com - 29/06/2012, 11:37 WIB
EditorKistyarini

GAZA CITY, KOMPAS.com — Kementerian Dalam Negeri Hamas, Kamis (28/6/2012), menayangkan apa yang mereka sebut sebagai rekaman pengakuan kolaborator dan informan kawakan Israel di Jalur Gaza.

Video tersebut, yang dibuat oleh Dinas Keamanan Hamas, memperlihatkan beberapa orang dengan wajah diburamkan yang mengaku membantu Israel memperoleh keterangan yang mengakibatkan kematian para pemimpin senior Gerakan Perlawanan Islam itu dan kelompok bersenjata lainnya.

Dengan bantuan informasi tersebut, Israel membunuh Abdul-Aziz Ar-Rantisi, seorang pemimpin Hamas, melalui serangan udara pada 2005, dan Said Siam—mantan Menteri Dalam Negeri Hamas—tewas dalam pengeboman Israel selama operasi ke Jalur Gaza pada 2008-2009.

Kolaborator itu meliputi mantan anggota kelompok gerilyawan Palestina dan seorang mantan personel keamanan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) yang telah bekerja di Jalur Gaza sebelum Hamas mengambil alih wilayah tersebut pada 2007.

Hamas menyatakan, aparat keamanannya terlibat dalam "perang otak" dengan dinas intelijen Israel, demikian laporan Xinhua.

Seorang pejabat yang tak disebutkan jati dirinya dari PNA, yang telah terkungkung di Tepi Barat Sungai Jordan sejak 2007, mengatakan, yang disiarkan Hamas "tak layak ditanggapi".

Ia merujuk kepada tuduhan Gerakan Perlawanan Islam tersebut bahwa dinas keamanan PNA memberi informasi kepada Israel mengenai kelompok gerilyawan Palestina garis keras.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X