Warga Eks Timtim Menunggu Komitmen Presiden SBY

Kompas.com - 23/05/2012, 21:49 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Ribuan warga eks Timor Timur yang saat ini berdomisili di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunggu komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan menuntaskan semua persoalan warga eks Timtim yang menjadi warga Indonesia sebelum tahun 2014.

"Kami menunggu komitmen Presiden Republik Indonesia agar dengan cepat menyelesaikan permasalahan warga eks Timtim yang tersebar di seluruh Indonesia dan khususnya di wilayah NTT, karena ada pernyataan-pernyataan pemerintah daerah yang menyesatkan yakni warga eks Timtim sudah tidak ada lagi," kata Miguel Atibau, Eks Anggota DPRD Provinsi Timor Timor periode 1999-2004, Selasa (22/5/2012) kemarin.

Menurut Atibau, penyelesaian permasalahan tersebut lebih cepat lebih baik, tidak harus sampai 2014 kalau memang pemerintah serius menyikapinya, karena banyak hal yang perlu menjadi skala prioritas yakni sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

"Pengorbanan kami untuk mempertahankan NKRI dan Merah Putih di Timor Timur saat itu dan sampai saat ini kami berada di wilayah NKRI adalah tidak mempersoalkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Timor Leste, tapi ingat bahwa pemerintah RI harus memperhatikan kami. Bentuk perhatian untuk kami yakni persoalan perumahan, terutama menyangkut kepemilikan tanah, masalah pendidikan anak-anak mulai SD sampai perguruan tinggi, pemberdayaan ekonomi dan yang terakhir peningkatan pelayanan kesehatan," jelas Atibau.

Atibau juga berharap kepada pemerintah daerah agar mendukung kalau ada perhatian serius dari pemerintah menyangkut masalah yang dialami warga eks Timtim, bukannya malah menjadikan warga eks Timtim sebagai warga kelas dua, apalagi sebagai komunitas yang dianggap membahayakan keberadaan warga lokal.

Atibau melanjutkan sesuai laporan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat bahwa warga eks Timor Leste sudah tidak ada. "Hal itu kita akui memang sudah tidak ada, tapi warga kelahiran Timor Leste itu masih ada dan perlu diperhatikan. Kami ini adalah korban politik. Kami yang berjumlah puluhan ribu KK menyatakan diri bergabung dengan Indonesia dengan mengorbankan segala harta kekayaan, meninggalkan sanak keluarga dan sebagainya dengan satu tujuan yaitu Merah Putih. Pengorbanan kami harus diimbangi dengan perhatian yang sama seperti warga negara Indonesia lainnya," papar Atibau.

Atibau sangat mengapresiasi pernyataan Presiden SBY yang diakuinya sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap warganya yang cinta dan rela mati demi NKRI. "Saya sangat bangga dengan sikap Pak SBY, namun saya berharap semoga pernyataan beliau bisa ada realisasinya," kata Atibau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.