Separuh Warga Australia Ingin Migrasi Dihentikan

Kompas.com - 22/05/2012, 11:23 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

ADELAINDE, KOMPAS.com- Lebih dari separuh warga Australia menghendaki agar perbatasan negara itu ditutup bagi pendatang asing, dan imigrasi dihentikan. Inilah hasil jajak pendapat terbaru yang menunjukkan perubahan sikap drastis dari sebelumnya.

Sebanyak 51 persen penduduk Australia mengatakan mendukung sikap tersebut, naik 10 persen dibandingkan di tahun 2005. Alasan utama adalah karena kekhawatiran soal lapangan pekerjaan dan juga bertambahnya penduduk akan menyebabkan tingkat kenyamanan hidup menurun.

Namun, pihak oposisi mengatakan, sentimen anti pendatang baru ini disebabkan meningkatnya jumlah pencari suaka ke Australia dalam dua tahun terakhir.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Quantum Market Research untuk perusahaan Australia SCAN, hanya 30 persen dari 2.000 responden mengatakan pendatang asing akan membuat Australia menjadi "tempat yang menarik untuk hidup."

Pakar migrasi dari Monash University di Melbourne, Bob Birrell yang dikutip oleh situs Adelaide Now mengatakan, jajak pendapat ini menunjukkan adanya perubahan sikap besar-besaran di kalangan warga Australia. "Saya kira mereka memang khawatir. Jumlah migran sekarang meningkat tajam karena setiap tahunnya ada 100.000 imigran yang masuk ke dalam lapangan kerja, sementara pertumbuhan lapangan kerja tidak setinggi itu." kata Dr Birrell.

"Warga khawatir pertumbuhan penduduk sekarang ini akan tidak terkendali dan membuat Australia jadi lebih miskin, bukannya jadi lebih kaya di masa depan," lanjutnya.

Angka resmi dari pemerintah menyebutkan untuk tahun 2012-2013, jumlah imigran baru ke Australia, baik yang resmi maupun tidak resmi akan mencapai 203.000 orang, jumlah yang hampir sama seperti di tahun 1960-an.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, juru bicara pihak oposisi soal imigrasi, Scott Morrison, mengatakan, kebijakan perlindungan batas pemerintah yang tidak benar membuat publik menentang migrasi. Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, hari Senin (21/5/2012), datang lagi sebuah kapal membawa 185 pencari suaka.

Ini adalah kapal yang membawa penumpang terbanyak yang dipergoki oleh angkatan laut. Kedatangan itu membuat jumlah pencari suaka yang masuk ke Australia dalam sebulan terakhir mencapai lebih dari 1.000 orang, padahal dalam anggaran pemerintah, dana yang dianggarkan hanya untuk rata-rata sekitar 450 pencari suaka.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X