Irshad Manji: Buku Saya Bukan tentang Gay dan Lesbian

Kompas.com - 07/05/2012, 21:22 WIB
|
EditorTri Wahono

KOMPAS.com — Irshad Manji adalah penulis buku Allah, Liberty, and Love. Wanita asal Kanada ini mendapat desakan dari organisasi masyarakat sehingga peluncuran bukunya yang digelar di Salihara, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2012), dibubarkan massa ormas yang mengatasnamakan Islam dengan salah satu tudingan di dalam bukunya ia menyebarkan gay dan lesbian.

Meski berhasil dibubarkan pada hari pertama, Irshad tetap bisa menghadiri diskusi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Kalibata, Jakarta Selatan, keesokan harinya, Sabtu. Tak seperti di Salihara, diskusi di Kantor AJI Jakarta, berlangsung tertib.

Apa yang sebenarnya Irshad sampaikan lewat bukunya sehingga memicu reaksi keras sebagian kelompok itu?

Irshad yang masih berada di Jakarta hingga Senin hari ini mengundang Kompas.com untuk berbincang santai di hotel tempatnya menginap. Ia menjelaskan tentang konsep bukunya, tentang pandangannya terhadap Islam, dan tentang tujuan utama menerbitkan buku dan mengunjungi Indonesia.


Berikut adalah hasil wawancara Kompas.com dengan Irshad:

Banyak yang menuduh bahwa buku Anda bercerita tentang kaum gay dan lesbian. Apakah tuduhan ini benar? Sebetulnya apa isi di dalam buku Allah, Liberty, dan Love?

Saya sama sekali tidak bercerita tentang gay dan lesbian di dalam buku ini karena tidak relevan dengan pesan yang ingin saya angkat. Buku Allah, Liberty, and Love sebetulnya mengajarkan tentang bagaimana umat Muslim bisa mempraktikkan kebebasan dalam kehidupannya. Dalam arti bebas untuk bertanya, bebas untuk mempelajari makna yang tertulis dalam Al Quran.

Satu hal yang mendorong saya menulis buku ini adalah masih banyak orang yang tidak menemukan titik temu antara Tuhan dan cinta, seolah-olah kedua kata itu adalah kata yang berbeda. Ini sangat disayangkan. Maka, buku ini memberikan panduan kepada para pemikir, para penulis, dan orang-orang yang percaya untuk menginterpretasikan Tuhan dan cinta ke dalam satu pemahaman. Baca buku saya dan Anda akan terkejut tentang fakta-fakta yang tertulis di dalamnya.

Apa pesan yang ingin Anda sampaikan dalam buku Allah, Liberty, dan Love?

Pesan terbesar saya adalah kita tak perlu memiliki ketakutan akan Tuhan karena Tuhan adalah cinta. Kita perlu berjuang di dalam hidup kita tanpa ketakutan. Kita harus punya kekuatan untuk berbicara ketika semua orang menyuruh kita diam. Karena ada banyak hal yang lebih penting yang bisa kita lakukan selain hanya merasa takut.

Pesan kedua saya dalam buku ini adalah bahwa budaya bukanlah sesuatu yang sakral. Fenomena yang saya tangkap dalam kehidupan umat Muslim saat ini adalah bahwa umat Muslim hidup dalam tradisi dan budaya, yang dibentuk oleh manusia, bukan oleh Tuhan.

Di Indonesia, misalnya, ketika kita masuk ke madrasah-madrasah, yang diajarkan oleh ulama adalah, "Jangan bertanya, dengarkan perkataan saya dan turuti!"

Kaum muda diberikan doktrin tanpa diberi kesempatan untuk berdiskusi, untuk bertanya. Maka, saya menuliskan sebuah buku yang menjelaskan kembali tentang ijtihad, tentang mencari sebuah kebenaran yang tertulis di dalam Al Quran.

Pesan ketiga adalah janganlah menjadi kaum moderat, tetapi jadilah kaum reformis; karena menjadi moderat tidaklah berguna.

Mengapa Anda meluncurkan buku di Indonesia, bukan di negara-negara Islam lainnya?

Bagi saya, Indonesia adalah salah satu model negara yang memiliki warga yang cukup berpikiran terbuka, sangat bertoleransi, dan sangat ramah. Empat tahun lalu, saat saya meluncurkan buku saya The Trouble With Islam Today' di Indonesia, saya merasa begitu diterima. Namun, ternyata saat ini keadaannya sudah berbeda. Orang lebih takut kepada mafia, gengster, dan yang lainnya, yang menghalangi kebebasan berbicara dan berpendapat.

Bagaimana pendapat Anda tentang diskusi buku di Salihara?

Saya sangat menyayangkan ada kelompok orang yang memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Sebaliknya, saya salut kepada teman-teman yang hadir di Salihara, yang tetap berada di samping saya, di sekitar saya, dan tetap mendukung saya meski dalam tekanan.

Apakah ada yang ingin Anda sampaikan kepada massa yang membubarkan diskusi buku Anda?

Saya ingin mengatakan bahwa Anda memiliki hak untuk tidak berpihak kepada saya, Anda memiliki hak untuk tidak setuju dengan pendapat saya, Anda punya hak untuk mempertahankan pendapat Anda sendiri, tetapi Anda tidak punya hak untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain. Anda tidak punya hak untuk memaksakan kehendak Anda agar diterima semua orang. Islam mengajarkan tentang perdamaian dan bukan kekerasan. Jangan membenci orang lain seolah-olah Anda adalah Tuhan.

Ada pesan yang ingin Anda sampaikan kepada warga Indonesia?

Pesan saya kepada masyarakat Indonesia, terutama kaum muda, inilah saatnya Anda berbicara dan menanyakan hal yang ingin Anda tanyakan. Ada banyak tempat bertanya bagi Anda, bukan hanya kepada para ulama. Anda bahkan bisa mencoba berdiskusi langsung dengan tim saya di website www.irshadmanji.com dan klik di kolom kontak. Saya memiliki 10 orang dari beragam kalangan yang terbuka untuk berdiskusi tentang Islam.

Sebelum mengakhiri wawancara, saya ingin bertanya kepada Anda tentang dua hal: Islam dan ijtihad, Apa pendapat Anda tentang dua hal ini?

Saya adalah seorang Muslim. Saya mencintai Allah, sangat dalam. Saya percaya segala sesuatu diciptakan Allah dengan alasan. Dan, bagi saya, hidup adalah sebuah pemberian. Islam adalah agama yang menuntun kepada kehidupan menjadi lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. Kita beragama, sebagai sarana untuk mengucapkan syukur kepada Allah atas pemberian (kehidupan) yang telah diberikan kepada kita.

Adapun ijtihad adalah praktik berpikir yang independen, yang tidak terpengaruh oleh apa pun. Ijtihad tidak membungkam manusia untuk menanyakan sesuatu. Ijtihad membuka jalan bagi manusia untuk mengembangkan banyak hal. Dari sumber yang saya baca, ratusan tahun lalu, manusia bisa mengembangkan filosofi, sains, dan seni berkat ijtihad. Dan, sekali lagi, buku saya juga menjelaskan tentang hal ini. Mari kita jadikan Islam menjadi lebih baik dengan ijtihad.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

    Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

    Internasional
    Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

    Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

    Internasional
    Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

    Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

    Internasional
    Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

    Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

    Internasional
    Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

    Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

    Internasional
    Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

    Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

    Internasional
    Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

    Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

    Internasional
    Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

    Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

    Internasional
    Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

    Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

    [POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

    Internasional
    Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

    Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

    Internasional
    Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

    Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

    Internasional
    Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

    Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

    Internasional
    DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

    DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

    Internasional
    Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

    Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X