Bo Xilai Sadap Para Petinggi China

Kompas.com - 27/04/2012, 10:49 WIB
EditorKistyarini

BEIJING, KOMPAS.com - Bo Xilai telah memerintahkan penyadapan telepon antara Menteri Pengawasan Ma Wen dan Presiden Hu Jintao. Ma adalah pejabat pemberantas korupsi. Percakapan ini terjadi Agustus lalu. Demikian diberitakan harian New York Times, Rabu (25/4/2012).

NYT melaporkan puluhan sumber yang terkait dengan Partai Komunis telah mengonfirmasikan penyadapan tersebut. Penyadapan itu merupakan salah satu penyebab Bo diturunkan dari jabatannya di Partai Komunis.

Jika hal itu benar, laporan tersebut mengonfirmasikan rumor tentang insiden yang merebak sejak Maret lalu.

NYT menyatakan Ma dijaga ketat para petugas keamanan saat menghubungi Presiden Hu dari sebuah penginapan di Chongqing, tempat Bo berkuasa. Penyadapan dan pengawasan ini diperintahkan oleh Bo. Topik pembicaraan tidak diketahui, tetapi tampaknya tidak terlalu penting.

Di permukaan, kasus tersebut lebih banyak terfokus pada tuduhan kepada istri Bo, Gu Kailai. Gu dituduh membunuh pebisnis Inggris, Neil Heywood, pada November lalu.

Curiga

Ada banyak versi tentang penyadapan yang dilakukan Bo. Beberapa laporan media asing menyebutkan jaringan penyadapan canggih dibuat oleh Bo dan seorang mantan Kepala Polisi Wang Lijun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

NYT mengutip sumber dari dalam partai yang menyatakan penyadapan dipandang sebagai penentangan langsung terhadap pemerintah pusat. Bo saat ini diperiksa karena tuduhan melanggar disiplin.

”Semua orang di China meningkatkan sistem yang bertujuan menjaga stabilitas, tetapi tidak semua orang berani memonitor pemimpin pusat partai,” ujar salah seorang pejabat partai mengenai taktik pengawasan tersebut.

Bo melindungi diri dan Wang Lijun. Dia menjelaskan bahwa penyadapan telepon antara Ma dan Hu adalah kecelakaan. Dia menyatakan perlengkapan mikrofon kecil yang diletakkan di tempat tertentu tidak dimaksudkan untuk pengawasan.

Tidak jelas mengapa pemerintah pusat tidak beraksi cepat menyelesaikan masalah Bo. ”Kisah tentang penyadapan Ma Wen dapat saja benar, tetapi hal itu juga menimbulkan pertanyaan. Penyadapan adalah pelanggaran serius, tetapi mengapa harus menunggu terlalu lama?” kata seorang sumber di Beijing.

”Di mana pun Bo ditempatkan, dia tidak pernah sejalan dengan atasannya. Dia selalu curiga pada atasan saat bertugas di Dalian, Liaoning, di Kementerian Perdagangan,” ujar sumber lain.(Reuters/joe)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X