Korut Tak Terikat Kesepakatan dengan AS

Kompas.com - 18/04/2012, 15:57 WIB
EditorKistyarini

PYONGYANG, KOMPAS.com - Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) mengatakan sekarang pihaknya tidak terikat pada kesepakatan besar dengan Amerika Serikat dan akan terus meluncurkan satelit, kata kantor berita resmi KCNA, Selasa (17/4/2012).

Korea Utara juga menolak pernyataan Dewan Keamanan PBB terbaru yang mengutuk peluncuran satelitnya, kata lembaga itu mengutip seorang pejabat kementerian luar negeri.

Pejabat itu mengatakan, Korea Utara akan terus mengeksplorasi ruang angkasa untuk tujuan damai, dan mengembangkan keterampilan peluncuran satelit yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi negara.

Pejabat itu menekankan bahwa DPRK tidak lagi dibatasi oleh perjanjian AS-Korea Utara pada 29 Februai, karena AS telah benar-benar melanggar dengan tindakan-tindakan konfrontatif.

Dalam perjanjian tersebut, Korea Utara setuju untuk memberlakukan moratorium uji coba nuklir dan peluncuran rudal jarak jauh serta mengizinkan inspektur nuklir internasional untuk kembali ke negara itu. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat setuju untuk memberikan kepada negara itu dengan 240.000 ton bantuan pangan.

Pyongyang pada bulan lalu mengumumkan keputusan untuk meluncurkan satelit antara 12-16 April untuk menandai ulang tahun ke-100 pendiri negara, mendiang Presiden Kim Il Sung, kakek pemimpin Korea Utara sekarang, Kim Jong-Un.

Korea Utara mengkonfirmasi pengamatan peluncuran satelit bumi pada Jumat (13/4/2012) pagi tetapi satelit itu gagal masuk orbit.

AS selama ini menentang keras peluncuran itu, yang katanya adalah uji coba terselubung rudal balistik jarak jauh, dan karena itu telah menghentikan bantuan makanan kepada DPRK, yang dijanjikan dalam kesepakatan 29 Februari

Pada Senin, Dewan Keamanan PBB mengecam keras peluncuran satelit Korea Utara dan mengatakan langkah itu membangkitkan "masalah keamanan serius."

Pihaknya menuntut kepatuhan penuh Pyongyang pada resolusi Dewan Keamanan yang relevan dengan menangguhkan semua kegiatan yang berkaitan dengan program rudal balistik dan membangun kembali moratorium peluncuran rudal.

Dewan Keamanan juga menyatakan tekad untuk mengambil tindakan yang sesuai jika terjadi peluncuran lebih lanjut atau tes nuklir Korea Utara.

Sebelumnya, China menyerukan dialog dan konsultasi lebih setelah kecaman keras Dewan Keamanan PBB, sebagai jurubicara Kementerian Luar Negeri Liu Weimin mengatakan "telah terbukti bahwa dialog dan konsultasi adalah satu-satunya cara yang benar untuk memecahkan masalah."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X