Tarian Indonesia Memukau Publik Sudan

Kompas.com - 12/04/2012, 18:34 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

KAIRO, KOMPAS.com — Promosi akbar memperkenalkan Indonesia digelar di Donggola, ibu kota Negara Bagian Shimaliya, Sudan, selama dua hari, Sabtu dan Minggu (7-8/4/2012).

Kota ini dikenal sebagai kota kelahiran Syeh Ahmad Surkati, ulama pendiri Yayasan Al-Irsyad di Indonesia. Kota Donggala terletak sekitar 520 kilometer dari pusat kota Khartoum.

Promosi itu menampilkan tari pendet, tari rantak, tari saman, angklung, pencak silat, jaipong, serta peragaan pakaian tradisional dan batik.

Menurut keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum yang diterima wartawan Kompas di Kairo, Mesir, Musthafa Abd Rahman, sekitar 1.000 penonton memadati masrah (panggung) Mahera. Mereka terpukau menyaksikan tari-tarian dan kesenian itu. Tidak henti-hentinya mereka bertepuk tangan melihat tampilan itu.

Video promosi yang menampilkan modernitas Indonesia dan promosi wisata turut memeriahkan pergelaran yang terselenggara berkat kerja sama KBRI Khartoum dan Pemerintah Kota Donggola.

Duta Besar Indonesia untuk Sudan Sujatmiko, mengatakan, pergelaran ini merupakan pagelaran besar pertama yang dilakukan di luar kota.

"Alhamdulillah, sejak perwakilan RI berdiri di Sudan pada tahun 1998, pergelaran ini merupakan  pertama yang dilakukan di luar kota dengan melibatkan peserta yang cukup besar dari berbagai elemen masyarakat Indonesia di Sudan. Semoga ke depan kegiatan semacam ini dapat dilestarikan dan ditingkatkan," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wakil Gubernur Shimaliya Omer Mohamed Mohamed Noor menyampaikan apresiasinya atas upaya yang dilakukan KBRI dan Pemkot Donggola. "Ini bukan sekadar teori dan cerita indah sejarah hubungan Indonesia dan Sudan, tetapi teori dan sejarah yang telah menjadi nyata", katanya.

Pada hari kedua, Dubes RI melakukan pertemuan bisnis di Kantor Gubernur Shimaliya. Pertemuan yang membahas seputar peluang investasi dan perdagangan ini dihadiri Wakil Gubernur Shimaliya, Menteri Pertanian Daerah, Menteri Pembangunan Infrastruktur Daerah, Menteri Kebudayaan, Informasi dan Pariwisata Daerah, Ketua Kadin Shimaliya, dan sejumlah pengusaha setempat.

Dubes RI juga bertemu dengan Rektor Universitas Donggola dan dilanjutkan dengan ceramah umum mengenai Indonesia.

Pada sore harinya dilakukan pertandingan sepak bola persahabatan antara tim Donggola dan tim KBRI Khartoum.

Pelaksana Fungsi Pensosbud Muhammad Syafri menegaskan, kegiatan yang bertujuan mempromosikan Indonesia ini mendapat liputan luas dari sejumlah media di Sudan.

"Sejumlah televisi, seperti TV Shouruq dan TV Sudan, koran Al-Intibaha, koran Al Raid, dan radio Donggola meliput dan memberitakan kegiatan besar ini," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.