"Hutan Bunuh Diri" di Kaki Gunung Fuji

Kompas.com - 10/04/2012, 14:08 WIB
EditorKistyarini

TOKYO, KOMPAS.com - Satu hutan di kaki Gunung Fuji dikenal sebagai "hutan bunuh diri" karena setiap tahun ratusan mayat korban bunuh diri ditemukan di situ. Hutan bernama Aokigahara itu sangat lebat. Kalau ingin "bersembunyi" dan tidak ditemukan lagi, Hutan Aokigahara merupakan tempat yang pas.

Setiap tahun aparat setempat mengevakuasi tak kurang dari 100 jenazah yang tergantung di pepohonan di lokasi bunuh diri favorit di Negeri Matahari Terbit itu. Bahkan banyak juga yang tidak ditemukan sampai bertahun-tahun kemudian.

Jumlah pasti orang yang mengakhiri hidup di hutan itu masih menjadi misteri hingga kini. Ada dugaan, pelaku-pelaku pertama bunuh diri di hutan itu terinspirasi sebuah novel.

Begitu terkenalnya tempat itu sebagai tempat bunuh diri, sampai-sampai pihak berwenang memasang papan peringatan di ujung jalur umum. Papan itu berisi pesan dari Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri, yang berbunyi: "Hidup Anda adalah hadiah tak ternilai dari orangtua. Pikirkan lagi orangtua, saudara-saudara, dan anak-anak Anda. Jangan simpan (masalahmu) sendiri. Bicarakanlah masalah-masalahmu."

Seorang ilmuwan, Azusa Hayano, telah mempelajari hutan itu selama lebih dari 30 tahun. Dia memperkirakan sudah menemukan lebih dari 100 mayat dalam 20 tahun terakhir. Hayano kemudian membuat film dokumenter hutan tersebut bersama Vice World.

Film dokumenter itu menunjukkan mayat-mayat orang bunuh diri. Ada yang sudah tinggal kerangka terbungkus sisa pakaian. Ada juga mayat yang masih terlihat baru tergantung di dahan pohon.

Pada kesempatan itu, tim film sempat menemukan sebuah tenda kuning. Di dalamnya ada seorang pemuda yang mengaku sedang berkemah.

Dengan nada ramah, Hayano mengatakan pada pemuda itu, "Pikirkan baik-baik. Pikirkan hal-hal positif."

Kepada kru film, Hayano mengaku mengenali sikap orang-orang yang berniat mengakhiri hidup. Dia bahkan pernah membujuk seseorang yang ditemuinya di hutan itu untuk membatalkan niatnya menggantung diri.

Memang banyak tenda ditemukan di hutan itu. Menurut Hayano, itu merupakan pertanda keraguan. Di salah satu tenda, mereka tidak menemukan mayat. Namun di dekat situ ada boneka dipaku di pohon. Hayano mengatakan, hal itu merupakan petunjuk sisa-sia episode keputusasaan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X