AS Tangguhkan Bantuan Pangan ke Korut

Kompas.com - 29/03/2012, 10:33 WIB
EditorKistyarini

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat telah menangguhkan rencananya memberikan bantuan pangan bergizi kepada Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atas desakan terakhir mengenai peluncuran satelit, kata seorang pejabat Pentagon, Rabu (28/3/2012).

"Kami terpaksa menghentikan kegiatan kami untuk memberikan bantuan gizi kepada Korea Utara," kata Peter Lavoy, yang bertindak sebagai asisten menteri pertahanan untuk urusan keamanan Asia dan Pasifik.

Amerika Serikat percaya bahwa pengumuman Korea Utara mengenai peluncuran satelit "mencerminkan kurangnya keinginan negara itu untuk menindaklanjuti komitmen internasional mereka," kata Lavoy kepada Komite Dewan Perwakilan bidang Layanan Bersenjata dalam dengar pendapat tentang keamanan di Semenanjung Korea.

"Kecurigaan kami tentang Korea Utara menggunakan perayaan tahun ini untuk meningkatkan program rudalnya dikonfirmasi ketika Korea Utara mengumumkan pada 16 Maret bahwa pihaknya berencana untuk melakukan peluncuran rudal antara 12 dan 16 April," tegasnya.

Ia menyebut peluncuran yang direncanakan itu "sangat provokatif karena memanifestasikan keinginan Korea Utara untuk menguji dan memperluas jarak jauh kemampuan rudalnya."

"Selain itu, peluncuran, jika terjadi, akan merupakan pelanggaran langsung terhadap kewajiban internasional Pyongyang, termasuk Resolusi 1718 dan 1874 Dewan Keamanan PBB, yang melarang Korea Utara melakukan setiap peluncuran yang menggunakan teknologi rudal balistik," katanya.

Pejabat Pentagon menyatakan penyesalannya mengenai penangguhan bantuan pangan itu, dan berkata: "Mengapa kita tidak memberikan bantuan pangan pada saat ini karena kepercayaan kami pada kemampuan mereka untuk memenuhi perjanjian mereka telah berkurang. Kami tidak menggunakannya sebagai tuas untuk mengubah kebijakan mereka."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di bawah kesepakatan yang dicapai pada akhir Februari, Korea Utara setuju untuk menghentikan pengayaan uranium, uji coba nuklir dan uji tembak rudal jarak jauh dan mengizinkan inspektur PBB untuk kembali ke negara itu.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat setuju untuk memberikan kepada Korea Utara 240.000 ton bantuan pangan bergizi. Kedua pihak bertemu pada awal bulan ini di Beijing untuk membahas rincian program.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X