Israel-Palestina Sepakat Gencatan Senjata

Kompas.com - 14/03/2012, 02:20 WIB
Editor

Gaza City, Selasa - Israel dan faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza sepakat menghentikan permusuhan setelah Mesir siap memediasi gencatan senjata. Dalam empat hari bentrokan berdarah itu, 25 warga sipil dan pejuang Palestina tewas.

Hal itu disampaikan seorang pejabat senior keamanan Mesir, di Kairo, Selasa (13/3). Menurut dia, Israel dan para pejuang Palestina di Jalur Gaza sepakat melakukan gencatan senjata, dan Mesir akan menjadi perantara.

Pejabat itu mengatakan, kedua pihak ”setuju untuk mengakhiri pertikaian saat ini”. Israel menyodorkan upaya yang tidak lazim untuk ”menghentikan pembunuhan”, dan satu kesepakatan ”untuk mulai hubungan timbal balik yang komprehensif dan tenang”.

Menurut dia, perjanjian mulai berlaku hari Selasa pukul 01.00 waktu setempat.

”Ada pemahaman bersama,” kata Menteri Pertahanan Sipil Israel Matan Vilnai kepada radio lokal. ”Saat ini arahnya menuju damai. Tampaknya, kecuali jika ada perkembangan lain pada menit terakhir, putaran ini mulai diberlakukan segera,” katanya.

Kekerasan empat hari di Jalur Gaza dipicu serangan udara Israel, Jumat (9/3), yang menewaskan Zohair al-Qaisi, petinggi Komite Perjuangan Rakyat. Israel menuduhnya sebagai otak serangan Agustus 2011. Saat itu pejuang Palestina melintasi perbatasan dari Semenanjung Sinai, Mesir, dan membunuh 8 warga Israel di gurun Negev selatan.

Beberapa laporan menyebutkan, sedikitnya 25 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel sejak hari Jumat itu. Pihak Israel juga mengatakan, 35 warganya terluka akibat serangan ratusan roket dari Palestina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon mengaku prihatin atas konflik di Jalur Gaza. Dia menyebut serangan Israel yang menyasar warga sipil ”tak bisa diterima” dan mendesak mereka ”menahan diri”. Amerika Serikat menyebut serangan itu ”pengecut”.

Gaza, rumah bagi 1,7 juta orang, berada di bawah pendudukan Israel dari tahun 1967 sampai 2005, dan kini tetap di bawah blokade.

Sebagian besar korban tewas di Gaza adalah pejuang, sisanya warga sipil. Menurut Israel, sekitar 200 roket Palestina mendarat di wilayahnya. Jihad Islam dan Komisi Pertahanan Rakyat (PRC) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Seorang pejabat Palestina mengatakan, faksi PRC dan Jihad Islam sepakat menghentikan tembakan. Mereka aktif bertempur melawan Israel, tapi masih menunggu tanggapan Israel.

”Kami menerima gencatan senjata jika Israel juga setuju untuk menerapkannya dengan terlebih dahulu mengakhiri agresi dan pembunuhan,” kata juru bicara Jihad Islam, Daud Shihab. (AFP/REUTERS/CAL)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.