Seorang Prajurit AS Bunuh 15 Warga Sipil

Kompas.com - 11/03/2012, 22:08 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

 BALANDI, KOMPAS.com — Seorang prajurit Amerika Serikat yang sedang ditugaskan di Afganistan tanpa alasan yang jelas keluar dari markasnya di tengah malam kemudian menembaki rumah warga di dua desa di dekat pangkalannya. Sedikitnya 15 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Balandi dan Alkozai di Distrik Panjwai, Provinsi Kandahar, Afganistan selatan, Minggu (11/3/2012) dini hari. Prajurit tersebut kemudian menyerahkan diri setelah melakukan aksinya dan kini ditahan di sebuah pangkalan militer NATO.

Asadullah Khalid, salah satu pejabat pemerintah setempat yang menjadi anggota tim pencari fakta, mengatakan, penembakan mulai terjadi pada pukul 03.00 di Desa Alkozai, yang terletak sekitar 500 meter dari sebuah pangkalan militer AS.

Para saksi mata mengatakan, prajurit itu mendatangi tiga rumah dan mulai menembak di saat orang-orang tidur. "Saya mendengar suara tembakan, kemudian sunyi, lalu terdengar bunyi tembakan lagi," tutur Abdul Baqi, salah satu penduduk Alkozai.

Prajurit itu kemudian melanjutkan aksinya di Desa Balandi. Samad Khan, seorang petani warga Balandi yang kehilangan 11 anggota keluarganya, mengatakan, sebagian besar korban berasal dari Desa Balandi.

Seorang fotografer kantor berita Associated Press mengaku melihat 15 jenazah korban, sebagian dalam keadaan terbakar.

Warga pun menggelar protes dan menuntut Presiden Afganistan Hamid Karzai menghukum prajurit AS tersebut atau menyerahkan dia untuk dihakimi oleh rakyat.

"Tak ada Taliban di sini. Tak ada pertempuran. Kami tak tahu mengapa prajurit asing ini datang dan membunuh anggota keluarga kami yang tak berdosa," ujar seorang perempuan warga desa yang kehilangan empat anggota keluarganya.

Pihak pasukan NATO di Afganistan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. "Saya tak bisa menjelaskan motivasi di balik tindakan tak berperasaan tersebut, tetapi yang jelas itu bukan bagian dari aktivitas militer resmi ISAF," tutur Deputi Komandan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO di Afganistan Letnan Jenderal Adrian Bradshaw.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X