37 TKW Jadi Budak di Luar Negeri

Kompas.com - 24/02/2012, 10:47 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah didesak segera menyelamatkan 37 tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di berbagai negara. Pasalnya, mereka disebut dijadikan budak oleh majikan selama bertahun-tahun tanpa bisa kembali ke Indonesia.

"Setidaknya ada 37 TKW yang saat ini sedang diperlakukan bagai budak oleh para majikan mereka di Arab Saudi, Jordania, Suriah, Libya, Mesir, Kuwait, dan Qatar," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari, melalui pesan singkat, Jumat (24/2/2012).

Eva menjelaskan, berdasarkan laporan dari Komite Independen Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (KOPR-TKI ), masa kontrak kerja pada  TKW itu sudah habis, namun mereka tidak diperbolehkan pulang oleh majikan. Mereka mulai berkerja tahun 2007 .

Tiga TKW diantaranya, lanjut Eva, yakni Mis Sritati binti Trisno dan Novi binti Danuji yang bekerja di Suriah dan Aslia binti Sarmani yang bekerja di Jordania. "Yang mengenaskan, para majikan tidak memberi gaji ke mereka sejak dari pertama mereka bekerja," kata mantan Wakil Koordinator Tim Khusus TKI DPR itu.

PDI-P, tambah Eva, menuntut pemerintah menginisiasi pembentukan dan memimpin kelompok kerja khusus untuk menyelesaikan kasus-kasus WNI yang terjebak praktek perbudakan. "Perlakuan perbudakan terhadap para perempuan Indonesia tersebut harus segera diakhiri karena tidak sesuai dengan martabat bangsa dan negara yang berdaulat," pungkas Eva.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.