Strauss-Kahn Diperiksa Berkaitan dengan Jaringan Prostitusi - Kompas.com

Strauss-Kahn Diperiksa Berkaitan dengan Jaringan Prostitusi

Kompas.com - 21/02/2012, 22:33 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Mantan Direktur Dana Moneter Internasional (IMF), Dominique Strauss-Kahn, Selasa (21/2/2012), ditahan untuk diperiksa polisi Perancis dalam upaya penyelidikan dugaan adanya jaringan prostitusi hotel yang melibatkan Strauss-Khan.

Strauss-Kahn, yang merupakan salah satu calon kuat presiden Perancis, kemudian namanya merosot akibat tuduhan melakukan aksi seksual di sebuah hotel di New York, Amerika Serikat, Mei 2011 lalu, kemarin tiba di kantor polisi di Lille, sebuah kota di Perancis utara. Dia berada di sana sampai sore hari untuk menjawab pertanyaan polisi berkaitan penyelidikan jaringan protitusi internasional.

Polisi Perancis berniat mengumpulkan bukti adanya jaringan prostitusi di Perancis dan Belgia yang melibatkan polisi dan pejabat lainnya. Mereka telah mengajukan pertanyaan kepada sejumlah anggota jaringan prostitusi ini, yang mengaku melakukan hubungan seks dengan Strauss-Khan sepanjang tahun 2010 dan tahun 2011 di sebuah hotel mewah di Paris, sebuah restoran di ibu kota Perancis itu, dan juga di Washington DC, ibu kota AS.

Kantor berita AP melaporkan, UU Perancis memungkinkan polisi menanyai Strauss-Khan selama 24 jam. Pertanyaan bisa dilakukan selama 48 jam dengan persetujuan hakim.

Strauss-Khan tinggal di Washington DC selama dia menjadi Direktur IMF. Dia mengundurkan diri dari IMF bulan Mei setelah dituduh kepolisian New York memaksa seorang pelayan hotel melakukan oral seks. Tuduhan ini kemudian dibatalkan.

Dua pria yang dikaitkan dengan kasus Strauss-Khan sebelumnya sudah diperiksa kepolisian Perancis, dengan tuduhan mengorganisasi sebuah jaringan prostitusi dan penyalahgunaan dana perusahaan.

Nama Strauss-Khan muncul dalam sebuah penyelidikan musim gugur lalu, dan pengacaranya meminta Strauss-Khan membeberkan cerita soal skandal jaringan prostitusi ini dari sisinya. Salah seorang pengacara Strauss-Khan mengemukakan, mantan calon presiden Perancis yang tadinya cukup berpeluang ini tidak mengetahui bahwa perempuan yang ditemuinya dalam pesta itu adalah pelacur.

Penuntut New York membatalkan tuduhan kekerasan seks atas Strauss-Khan pada Agustus lalu karena perempuan yang menghancurkan kredibilitas Strauss-Khan itu telah berbohong soal latar belakangnya.

Perempuan ini juga punya niat memperoleh uang dengan mengajukan tuduhan terhadap Strauss-Khan. Strauss-khan sendiri mengakui hubungan seks yang dilakukan "tidak sopan", tetapi bukan sebuah pelanggaran.

Namun, tuduhan pelanggaran seks terhadap Strauss-Khan sebelumnya juga bermunculan. Dalam kasus lain bulan Oktober lalu, penuntut Perancis menolak untuk menyelidiki tuduhan seorang penulis muda Perancis bahwa Strauss-Khan pernah mencoba memerkosanya.

Penulis itu, Tristane Banon (23), mengklaim Strauss-Khan mencoba memerkosanya tahun 2003 saat dia mewawancarai Strauss-Khan berkaitan dengan buku yang hendak ditulisnya. Penuntut Perancis menolak menyelidiki kasus ini lebih jauh karena menilai kejadiannya sudah terlalu lama berlalu.


EditorAgus Mulyadi

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X