AS Cemaskan Dokter yang Bantu Temukan Osama

Kompas.com - 30/01/2012, 10:56 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com AS mencemaskan kondisi seorang dokter Pakistan yang menyediakan informasi yang membantu mereka melacak Osama bin Laden, kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta.

Pakistan telah menuntut dokter itu, Shikal Afridi, dengan tuduhan pengkhianatan. Dia mengumpulkan DNA di kota Abbottabad, tempat Osama bersembunyi. Informasi DNA itu kemudian membantu proses verifikasi keberadaan pemimpin Al Qaeda tersebut, kata Panetta dalam program "60 Minutes" jaringan televisi CBS.

"Saya sangat prihatin dengan apa yang Pakistan lakukan terhadap orang itu," kata Panetta. "Dia tidak melakukan pengkianatan dengan cara apa pun terhadap Pakistan. Pakistan dan Amerika Serikat memiliki alasan yang sama di sini, yaitu melawan terorisme.... Dan bahwa mereka mengambil tindakan semacam itu terhadap seseorang yang sedang membantu mengatasi terorisme, saya pikir itu sungguh kesalahan di pihak mereka."

Panetta, seorang mantan direktur CIA, memimpin perburuan terhadap Osama, yang tewas pada 2 Mei tahun lalu ketika pasukan khusus AS menyerbu tempat persembunyiannya di Abbottabad. Osama tinggal selama lebih dari lima tahun di kota militer itu, yang dekat dengan ibu kota Pakistan, Islamabad.

Panetta mengatakan, ia masih yakin seseorang yang berwenang di Pakistan tahu di mana teroris yang paling dicari di dunia itu bersembunyi. "Saya secara pribadi selalu merasa bahwa pasti ada orang yang mengetahui ... apa yang terjadi di dalam kompleks itu. Jangan lupa, kompleks itu memiliki dinding setinggi 18 kaki.... Itu merupakan kompleks terbesar di daerah tersebut. Jadi, Anda akan berpikir bahwa seseorang akan bertanya, 'Apa yang terjadi di dalam sana?'," kata Panetta kepada CBS.

Ketika ditanya, apakah ia tahu pasti bahwa Pakistan mengetahui kehadiran Osama? Ia menjawab, "Saya tidak memiliki bukti."

Ketegangan antara Washington dan Islamabad meningkat setelah serangan tersebut. Pakistan mengatakan, langkah AS itu sepihak dan tidak sah. AS membalas dengan mempertanyakan komitmen Pakistan dalam perang melawan terorisme.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.