Sebutan Eks Pengungsi Timtim, Bentuk Diskriminasi WNI

Kompas.com - 25/01/2012, 17:07 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

KUPANG, KOMPAS.com - Sebutan eks pengungsi Timor Timur bagi WNI sebagai bentuk diskriminasi dan perlakuan tidak adil terhadap WNI sendiri. Setiap orang yang memiliki KTP Indonesia tetap disebut WNI bukan eks pengungsi.

Pengungsi itu lebih tepat dikenakan kepada para imigran gelap yang mencari suaka politik.

Ketua DPRD NTT Ibrahim Agustinus Meda ketika berdialog dengan warga eks pengungsi Timor Timur (Timtim) di Kupang, Rabu (25/1) mengatakan, sudah 10 tahun warga eks Timtim korban politik di Timtim bergabung dengan Indonesia.

"Saya merasa sangat terganggu ketika mereka masih disebut warga eks Timtim. Padahal mereka itu adalah WNI, dan dari sananya memang mereka WNI sebelum terjadi gejolak politik," kata Medah.

Ia menjelaskan, dengan status atau sebutan eks pengungsi itu, masih tersimpan sejumlah makna, entah politik, sosial, ekonomi dan kepentingan.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM NTT Budi Sudarsana, yang turut hadir pada dialog itu mengatakan, secara hukum tidak ada WNI dengan status eks pengungsi di negara ini. Hanya ada sebutan pendatang, kalau orang itu memiliki KTP yang dikeluarkan di provinsi atau kabupaten lain. Di Kabupaten Belu, warga setempat sepakat menyebutnya "warga baru".

Tetapi di Kupang dan kabupaten lain masih disebut eks pengungsi. Sebutan eks Timtim pun tidak layak lagi. Mereka sudah 10 tahun memiliki KTP Indonesia, tinggal di Indonesia dan mendapat pelayanan pemerintah RI. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.