Kapal-kapal Penyelamat pun Terjebak Lautan Es

Kompas.com - 12/01/2012, 15:35 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

ANCHORAGE, KOMPAS.com - Dua kapal dengan misi mengantarkan pasokan bahan bakar ke sebuah kota yang terjebak musim dingin di Alaska, Amerika Serikat, ikut terjebak di lautan es di Laut Bering.

Belum diketahui kapan kedua kapal itu tiba di kota, yang warganya mulai menghadapi kekurangan bahan bakar di tengah musim dingin ekstrem tersebut.

Dua kapal itu adalah kapal tanker Renda dari Rusia, yang membawa 4,9 juta liter bensin dan solar dan kapal pemecah es Healy milik Penjaga Pantai AS. Healy bertugas membuka jalan bagi Renda di belakangnya.

Hingga Rabu (11/1/2012) waktu setempat, dua kapal masih berada pada jarak sekitar 160 kilometer di sebelah selatan kota Nome di pantai barat Alaska.

Dua kapal itu sebenarnya dijadwalkan tiba di Nome hari Senin lalu, tetapi karena tebalnya lapisan es yang harus mereka lalui, perjalanan kapal tersebut tersendat-sendat.

Menurut Stacey Smith, manajer perusahaan Vitus Marine yang menyewa kapal Renda, sepanjang hari Minggu dan Senin, dua kapal tersebut berhasil maju sejauh 109 km dari total perjalanan sejauh 300 km.

Akan tetapi, karena kondisi suhu dingin ekstrem dan lapisan es yang terus bergeser, posisi kedua kapal tersebut terhanyut mundur lagi.

Smith menyatakan benar-benar tidak tahu, kapan kapal itu akan tiba di Nome, yang sudah mulai kekurangan bahan bakar. "Tak ada seorang pun yang tahu. Kondisi terus berubah dari hari ke hari," tutur Smith.

Menurut juru bicara Penjaga Pantai AS, Veronica Colbath, cuaca dingin yang ekstrem membuat lapisan es, yang sudah dipecah oleh Healy, kembali terbentuk di sekitar Renda. Akibatnya, berulang kali Healy harus memutar untuk membebaskan kapal tanker itu dari jebakan es.

Menurut Dinas Cuaca Nasional AS, suhu pada musim dingin kali ini benar-benar ekstrem, mencapai minus 35 derajat Celsius di daratan Alaska, dan bahkan hingga minus 50 derajat Celsius di lokasi kedua kapal terjebak. Di beberapa titik, lapisan es di jalur lintasan kapal mencapai ketebalan 120 sentimeter.

Ini adalah untuk pertama kalinya, kapal berusaha mengirim bahan bakar ke Alaska di tengah musim dingin. Seharusnya, kota Nome menerima pasokan bahan bakar untuk musim dingin pada musim gugur 2011 lalu.

Namun, karena pada saat itu terjadi badai, tongkang pembawa bahan bakar itu gagal mencapai Nome, yang terletak sekitar 860 kilometer sebelah barat-barat laut Anchorage, ibu kota Negara Bagian Alaska.

Izin khusus pun dikeluarkan untuk mengizinkan satu kapal Rusia mengirimkan bahan bakar ke daratan AS, sesuatu yang tidak diizinkan menurut UU di AS sejak 1920. Kapal tanker tersebut berangkat dari pantai timur Rusia timur jauh dan menyeberang Selat Bering menuju Nome. (Reuters/AFP/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.