WN Australia di Filipina Diculik Abu Sayyaf

Kompas.com - 05/01/2012, 09:19 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

SYDNEY, KOMPAS.com - Seorang WN Australia diculik kelompok ekstremis di Filipina, yang meminta tebusan 2 juta dollar AS.

Warren Rodwell, yang muncul di video yang dirilis hari Kamis (5/1/2012) tampak stres. Ia diculik dari rumahnya di kota Ipil, Filipina selatan, 5 Desember 2011 lalu. Rodwell meminta pemerintah melakukan segala cara untuk membebaskannya.

"Kepada keluarga saya, tolong sediakan dua juta dollar AS untuk kebebasan saya secepat mungkin," kata mantan serdadu berusia 53 tahun itu dalam video yang disebarkan Sydney Morning Herald.

"Kepada Kedutaan Australia di Filipina, tolong bantu fasilitas," katanya.

"Saya mantan prajurit di negara saya, tapi segala sesuatunya berbeda di sini. Solusi satu-satunya menyelamatkan saya adalah menyediakan apa yang mereka butuhkan," harapnya.

"Jika saya diberi keinginan terakhir, saya ingin tetap hidup. Tolong saya, Ibu Duta Besar," kata Rodwell dalam video kurang dua menit.

Sydney Morning Herald menyebutkan, video itu dikirim oleh para penculik kepada istri Rodwell berkebangsaan Filipina, Miraflor Gutang, sebelum Hari Natal.

Hari Rabu kemarin, Mayjen Noel Coballes, komandan tentara di Ipil mengatakan, Rodwell mencoba melakukan perlawanan dan terluka ketika ia diculik dari rumahnya yang ia tinggali bersama Gutang.

Surat kabar Australia itu menyebutkan juga memolik empat foto Rodwell yang menunjukkan tangan kanannya terluka dan tangan kirinya diborgol. Foto-foto itu diambil pada 12 Desember, namun kondisinya sekarang belum diketahui.

Coballes mengatakan kemungkinan besar Rodwell diculik oleh Abu Sayyaf, kelompok eksterimis Islam yang didirikan tahun 1990-an dan punya kaitan dengan Al Qaeda.  Kelompok eksterimis ini dikecam atas sejumlah serangan teror terburuk dalam sejarah Filipina dan menculik orang asing dan orang Kristen dengan tebusan.

Sejumlah kelompok bersenjata Muslim beroperasi di wilayah selatan Filipina, melahirkan pemberontakan separatis berdarah selama beberapa dekade.

Pemerintah Australia membentuk tim khusus untuk bernegosiasi untuk Rodwell, sedangkan Pemerintah Filipina mencoba menghubungi kelompok yang menahannya.
Lebih dari 2.000 serdadu Filipina di Basilan, mencari Rodwell dan penculiknya.

Sydney Morning Herald menyebutkan, istri Rodwell meminta suaminya dibebaskan karena dia tak punya uang untuk membayar tebusan. Pasangan ini menikah bulan Juni setelah bertemu di internet.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X