Bukan Kesalahan Menara tapi Navigasinya

Kompas.com - 04/12/2011, 11:36 WIB
EditorJimmy Hitipeuw

Pengantar: Artikel ini merupakan artikel yang pernah diterbitkan oleh harian KOMPAS pada 21 Desember 1974. Kompas.com kembali menurunkannya untuk melengkapi artikel Tragedi Besar bagi Indonesia pada 4 Desember soal hasil investigasi kecelakaan DC-8 Martinair yang mengangkut calon jemaah haji Indonesia pada 4 Desember 1974

JAKARTA, KOMPAS.com
-  Kementerian Perhubungan Sri Lanka hari Kamis (19 Desember 1974) menyatakan ada alasan untuk menduga kecelakasn pesawat DC-8 Martinair dekat Kolombo tanggal 4 Desember lalu disebabkan o1eh kesalahan navigasi. Jadi, bukan kesalahan menara pengawas sebagaimana pernah dituduhkan oleh surat kabar - surat kabar Kolombo.

Pernyataan itu disiarkan, seteleh team Kementerian Perhubungan Sri Lanka termasuk Direktur Penerbangan Sipil Militer Aponso, serta Ketua Team Pemeriksa dari . Belanda, W. Fournier, mendengarkan rekaman pembicaraan terakhir antara pesawat DC-8 Martinair itu dengan menara pengawas lapangan terbang internasional Bandaranaike, Kolombo.

„Keadaan-keadaan yang menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut kini sedang diselidiki", demikian antara lain bunyl pernyataan Kementerian Perhubungan Sri-Lanka itu.

Sementara Itu, harian berbahasa Inggeris yang terbit di Kolombo, Daily News, dalam edisi Kamis memberitakan komentar Saravanabhavan, kepala peng awas lalulintas udara dari Dinas Penerbangan Sipil Srilangka, yang berbunyl „jatuhnya -pesawat itu disebabkn kesalahan di bidang navigasi, akibat posisi salah dalam laporan yang diberikan' pilot kepada pihak menara pengawas."

Salah Hitung

Pernyataan itu juga mengemukakan bahwa awak pesawat Martinair itu tidak memonitor peralatan - peralatan penerbangan dengan sebaik-baiknya, ketika pilot mulai mendekahi sasaran ke lapangan terbang Bandarnaike menjelanng tengah malam.

Badan pemeriksa Sri Lanka menyatakan bahwa awak pesawat mungkin salah hitung ,mengenai ketinggian dan jarak pesawat dari landasan terbang karena keadaan lingkungan.

Menurut rekaman dari menara pengawas, laporan terakhir dari pesawat DC-8 Martinair itu 'ke lapangan terbang Bandaranaike menyata kan bahwa pesawat berada pada ketingglan 7000 kaki (2133,6 meter) sedang menurun  menuju ketinggian 6000 kaki (1828,8 meter) sedang jaraknya tinggal 14 mil (22,5 kilometer) dari lapangan terbang Bandaranaike.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

„Berdasarkan itu., menara pengawas Bandaranaike memerintahkan pesawat untuk turun lagi menuju ketinggia:n 2000 kaki (6011,8 meter) dan minta agar pesawat memberi laporan bila sudah bisa melihat lapangan terbang", demikian bunyl pernyataan Srilangka,

Pesawat membalas dengan menyatakan sudah menerima instruksi dengan baik. Tetapi permintaan menara pengawas untuk melapor kembali bila melihat landasan tidak pernah terpenuhi.

Pesawat itu jatuh lebih kurang 44 mil (70,8 kilometer) dari lapangan terbang dan pada ketinggian 4.400 kaki (1.841 meter) di atas permukaan laut. (KOMPAS, 21 Desember 1974)

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X