Kenya Bekuk 5 Anggota Al-Shabaab

Kompas.com - 26/11/2011, 03:57 WIB
EditorKistyarini

LAMU, KOMPAS.com — Polisi Kenya menangkap lima orang yang dituduh sebagai anggota kelompok gerilya Al-Shabaab Somalia di pulau Lamu dekat lokasi penculikan dua wisatawan yang kemudian dibawa ke Somalia, Jumat (25/11/2011).

Polisi mengatakan, mereka bertindak setelah memperoleh petunjuk dari penduduk di daerah itu, yang melihat lima orang menuju Hotel Bruno setelah menambatkan sebuah perahu di pantai sebelah utara kota itu di pulau Lamu.

"Kami mencurigai orang-orang ini datang dari Somalia. Mungkin mereka anggota Al-Shabaab... kami masih menginterogasi mereka," kata Joseph Sigei, wakil komandan divisi kepolisian Lamu.

Pengamanan ditingkatkan di daerah itu menjelang festival budaya tahunan Lamu, sebuah kegiatan wisata besar untuk merayakan sejarah dan budaya Swahili pulau itu.

Pasukan Kenya pada 16 Oktober meluncurkan penyerbuan ke Somalia untuk memburu Al-Shabaab yang dituduh mendalangi penculikan warga asing di Kenya dan mengklaim telah membunuh puluhan gerilyawan dari kelompok tersebut.

Pada 17 Oktober, Al-Shabaab membantah tuduhan Kenya bahwa mereka mendalangi sejumlah penculikan warga asing di negara tersebut akhir-akhir ini. Al-Shabaab menuduh Pemerintah Kenya menggunakan isu penculikan sebagai dalih untuk melakukan penyerbuan ke Somalia.

Dalam waktu kurang dari sebulan, seorang wanita Inggris dan seorang wanita Perancis diculik dari kawasan wisata pantai Kenya dalam dua insiden terpisah, yang merupakan pukulan besar bagi industri pariwisata di Kenya.

Pada 13 Oktober, dua wanita pekerja bantuan asal Spanyol diculik dari kamp pengungsi Dadaab, Kenya, kamp terbesar di dunia yang menjadi tempat bagi sekitar 450.000 pengungsi yang sebagian besar orang Somalia yang menyelamatkan diri dari kekeringan, kelaparan, dan perang.

Penculikan-penculikan itu juga diyakini dilakukan oleh Al-Shabaab Somalia. Belum ada tuntutan yang diumumkan oleh penculik bagi pembasan para sandera itu.

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al Qaeda mengobarkan perang selama empat tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.