Pakistan Bantah Laporan Nuklirnya Tak Aman

Kompas.com - 07/11/2011, 10:56 WIB
EditorEgidius Patnistik

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pakistan, Minggu (6/11/2011), membantah dengan penuh marah laporan bahwa negara itu telah memindahkan senjata nuklirnya dalam keadaan tak aman. Pakistan mengatakan, tak seorang pun boleh meremehkan kemampuannya untuk mempertahankan diri.

Dua majalah AS, Jumat, melaporkan, Pakistan telah mulai memindahkan senjata nuklirnya dalam sebuah van berkeamanan rendah di sebuah jalan yang ramai untuk menyembunyikannya dari badan mata-mata AS. Perpindahan dengan cara seperti itu justru membuat senjata tersebut lebih mudah dicuri oleh gerilyawan.

Atlantic dan National Journal, dalam sebuah laporan bersama yang tidak menyebut sumber, menulis bahwa serangan AS yang menewaskan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, pada Mei lalu di kompleksnya di Pakistan telah menambah kekhawatiran Islamabad yang telah lama bahwa Washington dapat berupaya untuk membongkar arsenal nuklir negara itu. Namun dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Pakistan mengatakan, laporan itu "semata-mata fiksi, tak berdasar dan bermotif tertentu. Itu bagian dari kampanye propaganda yang disengaja yang dimaksudkan untuk menyesatkan pendapat".

Pakistan secara konsisten telah menolak kekhawatiran perihal keamanan arsenal nuklirnya dan menyinggung kampanye kotor itu. "Munculnya ke permukaan kampanye seperti itu bukan sesuatu yang baru. Itu dirancang oleh bagian-bagian yang memusuhi Pakistan," kata pernyataan itu.

Kementerian itu mengatakan, Pakistan mampu mempertahankan dirinya. "Tak seorang pun akan meremehkan keinginan dan kemampuan Pakistan untuk mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah dan kepentingan nasionalnya."

Setelah serangan terhadap bin Laden, kepala Divisi Perencanaan Strategis (SPD) yang ditugasi menjaga senjata atom Pakistan, telah diperintahkan untuk mengambil tindakan guna mencari lokasi senjata  dan komponen-komponen nuklir yang tersembunyi dari AS, kata laporan itu. Khalid Kidwai, jendral purnawirawan yang memimpin SPD, telah meningkatkan upaya badannya untuk menyebarkan komponen-komponen dan material-material yang sensitif ke fasilitas-fasilitas yang berbeda, kata laporan itu.

Namun daripada mengangkut bagian-bagian nuklir dalam konvoi lapis baja dan berpertahanan baik, bom atom yang "mampu menghancurkan seluruh kota itu diangkut dengan van pengiriman di jalan yang ramai dan berbahaya", kata laporan itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gerakan penyebaran itu meningkat, menimbulkan kekhawatiran Pentagon, kata laporan tersebut. Tulisan itu, berdasar pada puluhan wawancara, mengatakan militer AS telah lama memiliki kemungkinan rencana yang akan diterapkan untuk melumpuhkan senjata nuklir Pakistan sekiranya kudeta atau skenario kasus terburuk lainnya terjadi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X