Keluarga Khadafy: Hana Hidup, Aisha Melahirkan

Kompas.com - 01/09/2011, 08:30 WIB
EditorEgidius Patnistik

SEJAK oposisi menguasai basis pertahanan pemimpin Libya, Moammar Khadafy, di Tripoli, banyak hal terungkap. Mulai dari penemuan jaringan terowongan yang rumit di Bab al-Aziziya, kompleks kediaman Khadafy, hingga kehidupan keluarganya yang supermewah.

Misteri kehidupan Hana, putri angkat Khadafy kelahiran tahun 1985 yang ”tewas” pada tahun 1986, kini terungkap. Ternyata Hana masih hidup. Selain itu, Aisha, putri biologis semata wayang Khadafy dari perkawinan dengan Safia, juga melahirkan di dalam pelarian di Sahara, Aljazair.

Khadafy mungkin telah berbohong ketika dia mengatakan, Hana tewas akibat serangan bom AS di Bab al-Aziziya. Pada tahun 1986, sesaat setelah bom itu, Khadafy langsung menunjukkan foto seorang bayi perempuan yang tewas kepada para wartawan AS. Potret itu adalah Hana, putri angkatnya.

Publik saat itu sebenarnya menyangsikannya dan mengatakan Hana masih hidup. Para diplomat juga mempertanyakan klaim Khadafy itu. Namun, Khadafy ke mana pun pergi selalu bertutur bahwa Hana telah tewas akibat serangan bom AS.

Bom AS ke Bab al-Aziziya itu sebagai balasan atas bom di kelab malam di Berlin yang disponsori Libya, awal 1986, yang menewaskan dua prajurit AS. Bom yang menghancurkan pesawat Pan Am di Lockerbie, Skotlandia, tahun 1988 juga dikaitkan dengan Khadafy. Bom itu menewaskan 243 penumpang dan 16 awak. Diduga, ia ingin membalas ”kematian” Hana.

Pasukan oposisi Libya ketika mengobrak-abrik Bab al-Aziziya pekan lalu justru menemukan kamar milik seorang wanita muda. Mereka mendapati akta kelahiran atas nama Hana dan gambar seorang wanita muda. Di balik gambar itu juga tertulis dengan jelas nama ”Hana”.

Bayi Hana yang dilaporkan tewas oleh Khadafy diduga kuat masih hidup, dan kini telah beranjak dewasa. Hal itu diperkuat oleh pengakuan seorang pejabat sebuah rumah sakit Tripoli, yang mengatakan, Hana bekerja sebagai ahli bedah sebelum oposisi merangsek masuk Tripoli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pejabat Swiss, Selasa (30/8), juga mengonfirmasi kemungkinan itu. Nama ”Hana” pernah muncul dalam dokumen Pemerintah Swiss tahun ini. Ia termasuk di antara deretan pejabat Libya yang akan dikenai sanksi. Banyak warga Libya yakin Hana masih hidup dan dia telah menjadi buah bibir warga.

Sementara itu, Aisha dalam pelarian bersama ibunya, Safia, dan ditemani dua saudaranya, yakni Hannibal dan Muhammad, melahirkan seorang anak di Sahara, Aljazair. Kelahiran cucu Moammar Khadafy itu dramatis, kurang dari 24 jam setelah sang ibu dan keluarganya tiba di wilayah Aljazair.

Tentang kelahiran cucu Khadafy itu diungkap Kementerian Kesehatan Aljazair, Selasa. Kementerian Luar Negeri Aljazair mengatakan, keluarga Khadafy yang terdiri dari Safia, Aisha, Hannibal, dan Muhammad menyeberangi perbatasan Libya dan Aljazair pada hari Senin.

Salah satu surat kabar Aljazair mengatakan, keluarga Khadafy dan beberapa anggota rombongan sempat terkatung-katung selama 12 jam di perbatasan menunggu otorisasi dari Presiden Abdelaziz Bouteflika agar bisa masuk Aljazair. Kehamilan Aisha menjadi faktor penting Aljazair mengizinkan keluarga Khadafy masuk. Pemerintah sementara oposisi Libya mengecam keputusan Bouteflika itu. Mereka menuntut agar otoritas negara tetangga itu segera memulangkannya agar mereka diadili di Libya. (AP/AFP/CAL)

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X