Aljazair: Keluarga Khadafy ke Negara Ketiga

Kompas.com - 30/08/2011, 11:36 WIB
EditorEgidius Patnistik

TRIPOLI, KOMPAS.com — Aljazair, yang telah menyambut sejumlah keluarga Moammar Khadafy, telah memberi mereka "sebuah pass" untuk memasuki negara ketiga, kata pihak pemberontak Libya, Senin (29/8/2011). "Aljazair mengatakan, mereka memberi sebuah pass untuk pergi ke negara ketiga. Kami tidak dapat mengonfirmasi itu, tetapi mereka bilang bahwa mereka menyambut keluarga Khadafy (di Aljazair) karena alasan kemanusiaan," kata juru bicara pemberontak, Mahmud Shammam.

Shammam mengatakan, pimpinan pemberontak tidak mengerti bagaimana orang bisa "menyelamatkan keluarga Khadafy". "Menyelamatkan keluarga Khadafy bukanlah sebuah tindakan yang kami terima dan pahami," katanya dalam sebuah konferensi pers.

"Kami ingin orang-orang itu kembali. Kami dapat menjamin para tetangga kami bahwa kami menginginkan hubungan yang lebih baik dengan mereka, tetapi kami bertekad untuk menangkap dan mengadili keluarga Khadafy dan Khadafy sendiri," lanjut Shammam. Ia menambahkan, pemberontak menjamin sebuah "pengadilan yang adil".

Kementerian Luar Negeri Aljazair sebelumnya mengumumkan bahwa istri Khadafy, dua putra, dan seorang putri Khadafy memasuki Aljazair hari Senin. "Istri Moammar Khadafy, Safiyah, putrinya Aisyah, dan putranya Hannibal dan Muhammad, disertai anak-anak mereka, memasuki Aljazair pada pukul 08.45 (14.45 WIB) melalui perbatasan Aljazair-Libya," kata kementerian itu, sebagaimana dikutip kantor berita APS.

"Informasi itu telah menjadi perhatian Sekretaris Jenderal PBB, Dewan Keamanan, dan Mahmud Jibril, Presiden Eksekutif Dewan Transisi Nasional (NTC)," sebuah badan administrasi sementara yang didirikan para pemberontak yang memerangi rezim Khadafy di Libya, kata pernyataan kementerian itu.

Kementerian itu mengatakan tidak tahu-menahu tentang keberadaan anak-anak Khadafy yang lain, termasuk Saif al-Islam, putranya yang paling menonjol. Pada awal bulan ini, pemberontak mengklaim bahwa mereka telah menangkap Saif dan Muhammad. Namun, Saif al-Islam muncul kembali secara misterius beberapa hari kemudian. Ia masih bebas.

Kantor berita Italia, ANSA, mengatakan, putra bungsu Khadafy, Khamis, sudah "hampir pasti" tewas dalam perjalanan dari selatan Tripoli menuju Bani Walid. Sumber yang sama mengatakan, Moammar Khadafy dan dua putranya yang lain, yaitu Saif al-Islam dan mantan pesepak bola Saadi, bersembunyi di selatan Tripoli di kota Bani Walid. Pemimpin pemberontak Libya, Minggu, mengatakan bahwa Khamis, yang sejak konflik meletus sudah beberapa kali diumumkan tewas, mungkin telah tewas dalam bentrokan dengan pemberontak di kota Tarhuna di tenggara Tripoli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.