Giliran Sirte dan Zuwarah Membara

Kompas.com - 27/08/2011, 04:25 WIB
Editor

Tripoli, Jumat - Pertempuran berkobar di kota Sirte di Libya timur dan Zuwarah di Libya barat, Jumat (26/8). Kubu oposisi berusaha memberi pukulan penghabisan bagi posisi pasukan pro-Moammar Khadafy.

Di Sirte, kampung halaman Khadafy, pasukan oposisi mendapatkan perlawanan sengit dari loyalis Khadafy. Meski demikian, pasukan oposisi yang dibantu serangan udara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bergerak ke posisi kunci pasukan loyalis.

NATO menyatakan, pesawat-pesawat tempurnya menghancurkan 29 kendaraan tempur dan sebuah pusat komando di sekitar Sirte, kota yang terletak 450 kilometer di timur Tripoli.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, pesawat-pesawat tempur Tornado GR4 AU Inggris (RAF) secara khusus menyerang bungker-bungker di markas pasukan pro-Khadafy.

Sirte menjadi salah satu tempat yang diduga sebagai persembunyian Khadafy setelah Tripoli dan kompleks kediaman Khadafy, Bab al-Aziziya, jatuh ke tangan oposisi awal pekan ini. Namun, hingga kini tidak ditemukan indikasi bahwa diktator eksentrik itu berada di Sirte.

Front barat

Di bagian barat Libya, pasukan oposisi berusaha memecah kepungan pasukan pro-Khadafy terhadap kota Zuwarah, kota yang menghubungkan Tripoli dengan perbatasan Tunisia. Kota tersebut jatuh ke tangan oposisi akhir pekan lalu, tetapi tentara loyalis berusaha merebutnya kembali.

Pihak oposisi berkepentingan merebut Zuwarah. Jika mereka berhasil mengamankan kota itu, sasaran selanjutnya adalah pos perbatasan Ras Jdir, hanya 30 kilometer ke arah barat. Pos perbatasan Libya-Tunisia tersebut saat ini masih dikuasai pasukan pro-Khadafy dan dikhawatirkan menjadi pintu Khadafy untuk lari ke luar negeri.

”Oposisi di Zuwarah meminta Zintan dan daerah lain segera mengirim bala bantuan,” kata Kolonel Abdu Salem, koordinator militer oposisi di kota Zintan, sebelah selatan Zuwarah. Namun, kekuatan bantuan terbatas karena sebagian tentara oposisi telanjur dikirim ke Tripoli untuk membantu menumpas sisa-sisa pendukung Khadafy.

Di tengah situasi yang masih panas ini, pihak Dewan Transisi Nasional (NTC) mengumumkan telah memindahkan pusat aktivitas mereka dari Benghazi ke Tripoli, Jumat. ”Saya menyatakan pekerjaan komite eksekutif akan mulai dilangsungkan di Tripoli,” tutur Ali Tarhuni, Wakil Ketua Komite Eksekutif dan Menteri Perminyakan dan Ekonomi NTC.

Khadafy sendiri kembali muncul di siaran televisi nasional Libya dalam bentuk rekaman audio pidato. Ia menyerukan kepada rakyat Libya untuk bangkit mengangkat senjata melawan ”tikus-tikus musuh”. ”Keluar dari rumah kalian dan bebaskan Tripoli,” ujar Khadafy.

(AP/AFP/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.