Satu Lagi Putra Khadafy Ditahan

Kompas.com - 22/08/2011, 10:00 WIB
EditorEgidius Patnistik

TRIPOLI, KOMPAS.com - Kekuasaan selama 42 tahun Moammar Khadafy di Libya tampaknya berada di ambang kehancuran Senin (22/8/2011) pagi. Para pemberontak telah menduduki Lapangan Hijau di Tripoli yang selama ini digunakan para loyalis Khadafy untuk berkumpul.

Dalam beberapa jam terakhir, dua orang putra Khadafy dilaporkan telah ditangkap dan ditahan pasukan pemberontak. Khadafy punya tujuh orang putra. Beberapa waktu lalu dua orang putranya diklaim para pemberontak telah tewas dalam pertempuran tetapi tidak ada konfirmasi dari rezim Khadafy tentang klaim tersebut.

Pada minggu malam yang dilaporkan telah ditahan adalah Saif Al Islam. Yang terbaru yang dilaporkan telah ditahan yaitu Al Saadi Al Khadafy. Jumma Ibrahim, seorang juru bicara pemberontak yang berbasis di wilayah pegunungan di Libya barat, mengatakan keduanya ditangkap di Tripoli.

Kepala Jaksa Penuntut Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC), Luis Moreno-Ocampo, telah mengorfimasi bahwa Saif Khadafy ditangkap. ICC akan mengadilinya terkait partisipasinya dalam kejahatan terhadap kemanusiaan di Libya.

Sejauh ini tidak ada reaksi segera dari pejabat pemerintah Libya terhadap laporan itu.

ICC, yang berbasis di Den Haag, awal musim panas ini telah menerbitkan surat perintah penangkapan bagi Saif Khadafy serta ayah dan pamannya Abdullah al-Sanussi. Moreno-Ocampo mengatakan, ICC berencana untuk menghubungi pihak berwenang yang terkait dengan penahanan Saif al-Islam pada Senin ini guna mencoba untuk mengatur perpindahan Saif ke Belanda.

Saadi Khadafy, seorang pengusaha dan mantan pemain sepak bola profesional. CNN  melaporkan, ia membantu dalam mengatur sebuah wawancara jaringan televisi itu pada April lalu dengan seorang perempuan yang mengaku telah diperkosa oleh pasukan pemerintah. Saadi ketika itu mengatakan kepada CNN bahwa mereka yang berada dibalik serangan terhadap perempuan itu harus dituntut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pidato audio yang disiarkan tepat sebelum Minggu tengah malam, yang merupakan pidato kedua pada hari itu, Moammar Khadafy menyatakan "sekelompok kecil orang yang merupakan kolaborator imperialis" berperang di dalam Tripoli. Khadafy mengatakan NATO tidak akan melindungi mereka dan meramalkan pertumpahan darah besar-besaran. Ia meminta warga Tripoli, termasuk kaum perempuan, untuk keluar dari rumah dan melawan para pemberontak tersebut.

Namun gambar-gambar yang mulai muncul dari Tropoli Senin pagi menunjukkan kawasan Lapangan Hijau di Tripoli, yang selama ini digunakan para pendukung Khadafy untuk berkumpul secara berkala, telah dikuasai massa pendukung pemberontak. Mereka merayakan masuknya para pemberontak di kota itu.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X