Australia Berharap RI Mengikuti Standar

Kompas.com - 21/06/2011, 07:46 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKART, KOMPAS.com — Pemerintah Australia berharap seluruh rumah pemotongan hewan di Indonesia dapat mengikuti standar acuan kesejahteraan hewan yang dirumuskan Australia. Setelah itu dipenuhi, ekspor sapi dari Australia diharapkan bisa kembali dilakukan.

Menteri Pertanian Kehutanan dan Kelautan (Federal) Australia Joe Ludwig mengungkapkan itu, Senin (20/6/2011) di Jakarta, seusai bertemu sejumlah pihak dalam kunjungannya di Indonesia. Ludwig berkunjung ke Indonesia terkait kebijakan penghentian ekspor sapi bakalan Australia ke Indonesia sejak 8 Juni 2011 hingga enam bulan mendatang.

Pemerintah Indonesia sebelumnya menyayangkan sikap Pemerintah Australia yang tidak mengonfirmasikan dan menginvestigasi kasus perlakuan pemotongan sapi eks-Australia di rumah pemotongan hewan (RPH) Indonesia sebelum menghentikan ekspor.

Ludwig mengatakan, masalah tersumbatnya ekspor sapi bakalan kedua negara dapat segera teratasi mengingat arus perdagangan dalam industri pertanian Indonesia dan Australia terjalin cukup lama. Yang akan dilakukan adalah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, terkait standar kesejahteraan hewan minimum. Menteri Pertanian Suswono menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Australia terkait kebijakannya. Indonesia tetap berupaya mencari sumber ekspor sapi alternatif yang baru. (MAS)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.