Refleksi Pribadi Perempuan ala Sebastian Gunawan

Kompas.com - 16/06/2011, 11:10 WIB
EditorDini

KOMPAS.com — Mengikuti peluncuran air minum dalam kemasan mewah yang dirancangnya, yaitu Aqua Reflections, Sebastian Gunawan menggelar peragaan busana bertema "Reflections of You" di Hotel Mulia, Senayan, Rabu (15/6/2011) lalu. Peragaan malam itu merupakan koleksi busana eksklusif lini utama (first line) dari label Sebastian Gunawan untuk tahun 2012 dan koleksi gaun pengantin dari label Sebastian Sposa.

Tema rancangan ini mengisahkan perempuan masa kini yang menyukai pakaian bergaya masa kini sebagai refleksi pernyataan dirinya. Pemakai busana Seba—begitu
sapaannya—adalah perempuan yang berani menampilkan karakter pribadinya, entah yang elegan dan feminin, unik dan berbeda, playful, serta beragam karakter lainnya.

Tidak heran, sebanyak 77 gaun koktail dan gaun malam dari label Sebastian Gunawan yang ditampilkan malam itu terasa sangat bervariasi. Karakter desainnya terdiri atas gaun ringan yang berkesan muda, gaun yang berkonstruksi kuat, gaun lembut berdraperi, gaun mewah yang kaya akan ornamen, dan juga gaun polos tanpa hiasan yang serba bling-bling.

Semua koleksi busana tersebut tetap digarap dengan mengangkat ciri khas rancangan Seba yang feminin, elegan, dan gemerlap. Warna-warna cerah menjadi benang merahnya, baik yang berdiri sendiri maupun yang menggunakan konsep color blocking. Selain itu, ada pula motif floral berukuran besar, baik yang berupa aplikasi maupun print.

Namun bila ada unsur yang paling dominan dalam rancangannya, itulah draperi. Seba, yang telah menerapkan draperi sejak tahun 1993, banyak mengolah unsur ini sehingga menghasilkan penampilan yang baru. Teknik menekuk, menggantung, dan mengerut kain ini muncul dalam berbagai elemen pada busananya, dari leher, lengan, bagian bawah dan samping rok, hingga punggung. Sebagian bahan juga dibiarkan melewati pundak dan menjuntai bebas hingga ke punggung.

Dalam peragaan yang terdiri atas enam sekuens ini terlihat bagaimana Seba memainkan unsur draperi itu dengan unsur lainnya. Permainan itu menghasilkan pertentangan atau kontras yang indah. Draperi yang terkesan lembut, misalnya, ia gabungkan dengan konsep garis yang memberi kesan tegas. Sejak dua tahun lalu, konsep garis ini juga dipakainya untuk menangkap perubahan karakter perempuan yang lebih independen dan berani.

Garis tak hanya muncul dalam pola tegak, tetapi juga melintang. Konsep garis tersebut juga menampilkan pola anyaman di bagian dada, yang juga ditampilkan Seba dalam rancangan botol Aqua Reflections. Pola garis yang dilengkungkan atau dibentuk menjadi pita juga berfungsi mengurangi kesan keras dan tegas pada garis tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertentangan juga ditampakkan dalam permainan warna, motif, dan bahannya. Pertentangan pada warna mampu menonjolkan unsur garis dan draperi yang ditampilkan. Bahan brokat yang bertekstur tebal, misalnya, dikombinasikan dengan bahan lain, seperti satin, sifon, atau organza. Bahan yang lembut bertumpuk dengan bahan yang lebih kaku menghasilkan rok yang mengembang atau bervolume.

Seba masih memperlihatkan aksen dan detail lain, seperti obi belt untuk mengikat busana, aplikasi dan sulaman bunga, hingga gaun yang bergaya kimono dan busana Korea. Ornamen berupa beads dan kristal juga muncul dalam beberapa rancangannya. Sebagian gaun malamnya menggunakan semacam tail di bagian roknya sehingga memberi kesan megah. 

Perancang yang bekerja sama dengan sang istri, Christina Panarese, ini juga menunjukkan, untuk terlihat seksi perempuan tak perlu mengenakan gaun yang terbuka di bagian dada atau paha. Kebanyakan gaunnya bahkan dirancang dengan leher yang tinggi. Namun beberapa potong gaunnya memperlihatkan bukaan di bagian punggung sehingga menampakkan punggung ramping dan kencang pemakainya.

Namun secara keseluruhan, koleksi busananya memang sungguh kaya akan variasi gaya, seolah ide-idenya mengalir begitu saja. Yang lebih penting, banyak dari koleksi Sebastian Gunawan ini yang memiliki daya pakai yang tinggi. Tak heran malam itu beberapa tamu tampak mengenakan koleksi Seba yang juga ditampilkan dalam peragaan busana.

Untuk koleksi Sebastian Sposa yang muncul dalam sekuens ketujuh atau yang terakhir, Seba memamerkan delapan gaun pengantin siap pakai kelas medium (medium-high fashion bridal collection). Semua gaun ini memadukan gaya pengantin klasik yang besar dan bervolume, dengan gaya resor yang praktis. Oleh karenanya, gaun-gaun tersebut tidak menggunakan kerudung (veil) yang menutup seluruh wajah dan menjuntai hingga ke punggung, melainkan semacam penutup kepala yang lebih sederhana.

Sayang sekali, untuk koleksi gaun pengantin ini beberapa modelnya terlihat bertubuh terlalu kurus. Setiap perempuan memang ingin tampil cantik dan langsing di hari pernikahannya, tetapi tetap harus terlihat sehat bukan?



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X