Gempur Libya, NATO Gunakan Heli Tempur

Kompas.com - 04/06/2011, 13:57 WIB
EditorKistyarini

BRUSSELS, KOMPAS.com — Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pertama kalinya menggunakan helikopter-helikopter tempur di Libya untuk menyerang kendaraan-kendaraan, peralatan, dan pasukan militer pendukung pemimpin Kolonel Moammar Khadafy.     

"Helikopter-helikopter tempur di bawah komando NATO digunakan untuk pertama kalinya pada 4 Juni 2011 dalam operasi militer terhadap Libya sebagai bagian dari Operasi Persatuan Pelindung," kata NATO dalam sebuah pernyataan, Sabtu (4/6/2011).     

Sasaran-sasaran serangan termasuk kendaraan militer, peralatan militer, dan pasukan lapangan rezim Khadafy, kata pernyataan itu tanpa merinci lokasi serangan.      Panglima misi NATO di Libya, Letnan Jenderal Charles Bouchard, mengatakan, "keberhasilan ini menunjukkan satu kemungkinan yang diperlukan" dengan menggunakan helikopter-helikopter tempur. 

"Penggunaan helikopter tempur memberi operasi NATO tambahan fleksibilitas untuk melacak dan mencari pasukan-pasukan pro-Khadafy menyasar penduduk sipil serta berusaha bersembunyi di permukiman," lanjut pernyataan itu.     

Mengutip Bouchard, pejabat Kanada yang bertanggung jawab atas Operasi Unified Protector, yang mengatakan, "Kami akan terus menggunakan cara ini kapan dan di mana perlu, dengan presisi yang sama seperti dalam semua misi kami." Pasukan NATO "terus-menerus mengkaji operasi mereka dan penggunaan aset-aset yang tersedia, termasuk helikopter tempur, untuk mempertahankan momentum terbaik dan meningkatkan tekanan pada kekuatan-kekuatan pro-Khadafy".     

Operasi NATO tersebut dilaksanakan di bawah Resolusi 1973 Dewan Keamanan PBB, yang tidak mengizinkan pengiriman pasukan untuk menduduki Libya, tapi "menyerukan diakhirinya segera semua serangan terhadap sipil dan berwenang atas semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi warga sipil dan wilayah berpenduduk sipil di bawah ancaman serangan di Libya".     

Pada akhir Mei lalu, Bouchard mengatakan, helikopter-helikopter tempur Perancis dan Inggris akan memungkinkan NATO melakukan misi yang "efektif dan agresif" terhadap pasukan Khadafy yang mengancam penduduk sipil. "Ini adalah kemampuan tambahan untuk menentukan kendaraan-kendaraan tersebut yang jauh lebih sulit untuk melihat dari pesawat pada ketinggian tertentu," katanya dari markasnya di Napoli, Italia.     

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perancis menyumbang empat helikopter tempur Tigre, sementara Inggris menyediakan empat Apache, kata para pejabat NATO militer, seraya menambahkan bahwa heli-heli itu disiapkan untuk terbang melintasi lalut dan menghadapi kondisi gurun. Heli-heli tempur itu bertolak dari kapal induk Tonnerre (Perancis) dan HMS Ocean (Inggris). Tonnerre juga mengangkut selusin helikopter Gazelle.     

Bersikeras bahwa NATO tidak berniat menempatkan pasukannya di darat, Bouchard menegaskan, "Helikopter yang kami gunakan adalah jenis bersenjata dan menyerang, bukan jenis untuk mengangkut personel."

 

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.