McRaven Bersinar Setelah Osama Tewas

Kompas.com - 07/05/2011, 04:39 WIB
Editor

Washington, Jumat - Wakil Komandan Tentara Angkatan Laut Amerika Serikat Laksamana William McRaven, penyusun rencana penyergapan hingga pembunuhan Osama bin Laden, mulai bersinar. Posisinya selama ini tidak dikenal dan kisah kesuksesannya tidak terdengar.

Namun, McRaven kini disanjung sebagai ”model kepemimpinan terbaik” (a great leadership model).

Presiden AS Barack Obama, Jumat (6/5), pun bertemu tim komando elite Angkatan Laut (Navy SEALs) pimpinan McRaven yang telah menembak mati pemimpin teroris target utama AS itu di Pakistan, 2 Mei. Di hari yang sama, umat Muslim di sebagian dunia Islam memprotes pembunuhan Osama.

Koresponden keamanan nasional CBS News, David Martin, melaporkan, McRaven bertanggung jawab atas misi itu. Selama ini, identitasnya tidak banyak diketahui orang, dan dia belum pernah mencatat kesuksesan dalam misi. Navy SEALs dikenal sebagai ”para profesional yang kalem”. Pengalaman operasi ini tidak terlalu buruk bagi pria lulusan jurnalisme itu.

Express-News San Antonio melaporkan, McRaven mempelajari seni kerajinan tangan di Fourth Estate di University of Texas, Austin. Pengalaman militernya dimulai ketika mengambil program ROTC di universitas itu. Sekarang dia sudah berada di jalur menuju jenderal ”bintang empat” dan memimpin Komando Operasi Khusus AS yang bertanggung jawab atas 61.000 personel tentara operasi khusus.

McRaven bahkan menulis sebuah buku mengulas tentang operasi terakhir yang membawa pasukan AS menyerang kompleks tempat tinggal Osama.

”Dia takkan meminta orang lain melakukan sesuatu yang takkan dia lakukan atau yang belum pernah dia lakukan,” kata pensiunan Brigadir Jenderal Angkatan Udara Michael Longoria yang menjadi sahabat McRaven selama dua dekade. ”Ini model kepemimpinan yang besar,” kata Longoria kepada Express-News.

Terkait pertemuan Obama, pihak berwenang mengatakan, pertemuan itu berlangsung di markas tentara Fort Campbell, Kentucky. Obama sepertinya senang atas kematian otak pelaku serangan teroris Al Qaeda pada 11 September 2001 yang menghancurkan gedung World Trade Center, New York. ”Presiden secara pribadi akan menyampaikan terima kasih kepada beberapa pasukan khusus yang terlibat operasi itu,” kata pejabat.

Intelijen AS juga menemukan bukti di kompleks Osama yang mengungkap, Al Qaeda sebenarnya sedang merencanakan serangan terhadap jaringan kereta api di sebuah lokasi yang tidak disebutkan di AS. Serangan itu untuk penanda ulang tahun ke-10 serangan mematikan nine eleven, tahun 2001. Namun, beberapa pejabat AS meragukan kemungkinan adanya ancaman itu.

Di tengah ketegangan dengan Pakistan, sekutu utama AS dalam perang Afganistan, Obama senang dan tampak berusaha untuk ”merayakan” kematian Osama. Obama membantah ini pamer kemenangan. (AP/CAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.