Yohanes Paulus II Jadi "Beato"

Kompas.com - 02/05/2011, 07:57 WIB
EditorEgidius Patnistik

VATICAN CITY, KOMPAS.com — Paus Benediktus XVI, Minggu (1/5/2011), membeatifikasi Paus Yohanes Paulus II di hadapan lebih dari sejuta umat di Lapangan Santo Petrus di Vatican City, yang membuat almarhum Paus itu selangkah lebih dekat untuk mendapat status orang suci bagi orang Katolik.

Umat di Roma dan kota-kota di seluruh dunia bersorak gembira, meneteskan air mata, dan bertepuk tangan saat Paus Benediktus XVI selesai menyatakan, ”Mulai sekarang Paus Yohanes Paulus II disebut beato, ’yang terberkati’,” dan sebuah banner dengan gambar wajah Paus asal Polandia itu dibuka di bagian muka Basilika Santo Petrus.

”Dia memberikan kembali pada Kristianitas wajah aslinya sebagai sebuah agama harapan,” kata Benediktus XVI dalam khotbahnya, merujuk pada peran menentukan Yohanes Paulus II dalam membantu meruntuhkan komunisme.

Beatifikasi adalah langkah pertama di jalur menuju kemungkinan menjadi santo/santa (orang suci), salah satu penghargaan tertinggi Gereja Katolik.

Sebanyak 86 delegasi resmi juga hadir dalam upacara itu dan para peziarah melambai-lambaikan bendera dari seluruh dunia di lapangan yang bermandikan sinar matahari itu.

Paus menyatakan tanggal 22 Oktober sebagai hari peringatan Yohanes Paulus II.

Marie Simon-Pierre Normand, biarawati Perancis berusia 50 tahun yang menyatakan kesembuhannya dari penyakit parkinson sebagai mukjizat melalui perantaraan almarhum Paus itu, terlihat tersenyum dan bertepuk tangan pada upacara yang emosional itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesembuhan Normand telah diakui sebagai mukjizat yang memberikan alasan beatifikasi Yohanes Paulus II setelah bertahun-tahun penyelidikan oleh Vatikan. Sebuah mukjizat kedua yang terbukti kini diperlukan agar Yohanes Paulus II diangkat menjadi santo dan Vatikan telah memeriksa ratusan mukjizat yang dilaporkan.

Lapangan Santo Petrus penuh sesak dan umat memadati sampai sejauh Sungai Tiber, lebih dari setengah kilometer dari lapangan itu. Ini adalah kumpulan massa terbesar di Roma sejak pemakamannya enam tahun lalu, yang dihadiri 4 juta orang. Para peziarah bergerak menuju kawasan Vatikan dari segala penjuru mulai sebelum fajar untuk mendapatkan tempat yang baik.

Polisi memperkirakan, massa di kawasan Vatikan sekitar 1,5 juta orang. Banyak dari mereka bermalam di lapangan itu, yang berhiaskan poster-poster almarhum Paus itu dan salah satu perkataannya yang paling terkenal, ”Janganlah takut!”

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X