Polisi Uganda Tangkap Pentolan Oposisi

Kompas.com - 18/04/2011, 17:54 WIB
EditorJosephus Primus

KAMPALA, KOMPAS.com — Kepolisian Uganda pada Senin (18/4/2011) menahan 17 pemimpin oposisi. Dari jumlah itu, tiga di antaranya adalah mantan pesaing Presiden Yoweri Museveni kala pemilu presiden, menjelang aksi portes terhadap naik turun harga minyak dan makanan.    

Oposisi telah menyerukan sebuah aksi turun ke jalan untuk menggelar protes, menyusul beberapa percobaan yang dilakukan pekan lalu. Namun, polisi menahan para pemimpin itu beberapa menit setelah mereka meninggalkan rumahnya.    

Kizza Besigye (54), yang ditangkap dalam situasi yang sama sepekan sebelumnya, baru saja meninggalkan rumahnya ketika ia ditangkap. "Besigye ditahan ketika ia meninggalkan rumahnya pagi ini dan kini ditahan di kantor polisi Kasangati, di tepi kota Kampala," kata Sekretaris Jenderal Forum untuk Perubahan Demokratis, Alice Alaso, kepada AFP.    

Juru bicara Kepolisian, Judith Nabakooba, mengonfirmasi penangkapan itu.    

Wakil juru bicara Vincent Ssekate mengatakan, Besigye—yang merupakan penantang utama Museveni dalam pemungutan suara 18 Februari lalu—ditahan untuk penyelidikan terhadap sejumlah kasus yang tidak berkaitan dengan aksi protes. "Beberapa kasus sedang diselidiki. Kami membawanya sehingga ia dapat membantu penyelidikan tersebut," kata Ssekate, tanpa menjelaskan lebih lanjut.    

Pemimpin Partai Demokratik, Norbert Mao, dan ketua partai Kongres Rakyat Uganda, Olara Otunnu, juga ditahan karena mereka mencoba bergabung dengan gerakan tersebut, kata koordinator protes Mathias Mpuuga kepada AFP, seperti halnya yang lain. "Mao ditangkap beberapa meter dari gerbang rumahnya, sedangkan Otunnu dibawa setelah berjalan sekitar setengah kilometer dari rumahnya," katanya.    

Besigye berjalan menuju gereja pada Minggu, namun Museveni mengejek kampanye "jalan ke kantor" selama konferensi pers pada akhir pekan dan mengingatkan segala aksi unjuk rasa akan ditangani secara tegas. "Kami telah menegaskan kepada Besigye bahwa ia tidak dapat melakukan aksi unjuk rasa atau berjalan ke sana. Jika ia ingin berjalan, pergilah ke tempat lain," kata Museveni.    

Kepolisian Uganda bentrok dengan para pengunjuk rasa pada Kamis di Kampala dan beberapa kota lain saat Besigye muncul untuk menentang rezim, dua bulan setelah kalah dari Museveni dalam pemilihan umum yang menurutnya dicurangi.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X