Naik, Terjadi 276 Gempa dalam Seminggu

Kompas.com - 12/04/2011, 16:43 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MAGELANG, KOMPAS.com — Aktivitas kegempaan Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DIY mengalami peningkatan cukup signifikan sejak sepekan terakhir.

Berdasarkan pengamatan di Pos Ngepos Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tercatat sebanyak 276 kali gempa multiphase dari sebelumnya hanya 37 kali. "Pada hari Jumat lalu juga terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 5 kali, gempa guguran 5 kali, dan gempa tektonik 2 kali," terang Ahmad Shobari, petugas di Pos Ngepos Srumbung, Magelang, Selasa (12/4/2011).

Pada hari berikutnya, Sabtu (9/4/211), gempa multiphase terjadi 57 kali, gempa vulkanik dangkal 8 kali, gempa guguran 5 kali, gempa tektonik 3 kali, dan gempa kiriman 3 kali. Sementara pada Minggu (10/4/2011) tercatat 58 kali gempa multiphase, gempa guguran 3 kali, gempa vulkanik dangkal 1 kali, dan gempa tektonik 2 kali.

Meski demikian, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta hingga saat ini masih menetapkan status Gunung Merapi pada level II waspada.

Masyarakat diminta untuk tidak panik, namun tetap waspada, terutama terhadap bahaya sekunder atau banjir lahar dingin Merapi. "Kami imbau warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu di Merapi tetap hati-hati dan waspada, terutama yang tinggal di 300 meter dari bibir sungai," tegasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.