Berlusconi Hadapi Skandal dengan Humor

Kompas.com - 08/04/2011, 11:14 WIB
EditorEgidius Patnistik

ROMA, KOMPAS.com - Silvio Berlusconi tampaknya tidak terlalu cemas dengan dugaan skandal seksnya yang telah memasuki masa persidangan pertama, Rabu (6/4/2011). Dalam kasus itu ia dituduh telah melakukan transaksi seks dengan gadis yang masih di bawah umur. Dalam bocoran sadapan rekaman telepon Berlusconi terhadap sejumlah pihak, saat kasus itu mulai terkuak tahun lalu, ia terdengar kwatir.

The Telegraph, Kamis (7/4/2011), melaporkan, terhadap pembukaan sidang pengadilan itu, Berlusconi dengan bercanda Berlusconi mengatakan, dirinya telah mematenkan frase "bunga bunga", nama julukan untuk pesta seks yang diadakan Berluconi dengan puluhan gadis penari, calon artis, dan model yang semuanya berusia muda. Perdana Menteri Italia itu, yang tidak muncul pada pembukaan persidang skandal itu di Milan, berurusan dengan salah satu ancaman paling serius bagi kelangsungan karir politiknya dengan gaya khasnya, yaitu humor.

"Saya sudah mendaftar "bunga bunga" sebagai sebuah brand sehingga saya bisa menggunakannya di semua daerah di Italia," katanya dalam konferensi tentang krisis imigrasi Italia, di depan 20 orang kepala daerah di negara itu.

"Bunga bunga" merupakan julukan yang katanya diberikan Berlusconi untuk permainan erotis, tarian telanjang dan sesi seks yang diduga dilakukan para bintang muda di rumah Berlusconi di luar kota Milan. Mereka menjadi fokus dari persidangan itu, di mana Berlusconi dituduh telah menyalahgunakan jabatannya dan membayar untuk berbuat seks dengan penari klub malam yang dikenal sebagai Ruby Si Pencuri Hati. Namun Berlusconi telah menyangkal bahwa dirinya melakukan kesalahan.

Humor yang tidak lucu dari Berlusconi itu membuat dia mendapat kecaman dari anggota parlemen pihak oposisi. Para anggota parlemen itu mengatakan, sangat tidak pantas mengemukakan humor semacam itu dalam forum yang membahas masalah banyaknya imigran asal Afrika Utara dan tenggelam sebanyak 250 pengungsi baru-baru ini ketika mereka mencoba untuk mencapai pulau Italia, Lampedusa. "Kata-katanya memalukan dan tidak pantas pada saat kami menghadapi tragedi seperti ini," kata Livia Turco, anggota parlemen dari kubu oposisi yang berasal dari Partai Demokrat. "Bagaimana dia bisa bercanda ketika 250 orang telah hilang di laut? Bagaimana dia bisa mereduksi segala sesuatu ke sebuah lelucon sementara negara kami menjadi tujuan pelarian dramatis dari orang-orang yang putus asa?"

Sementara itu, tiga dari para gadis terlibat dalam pesta-pesta bunga bunga itu mengumumkan bahwa mereka telah menulis sebuah lagu tentang pesta-pesta di rumah Berlusconi di Arcore, dekat Milan. Marysthell Polanco, Aris Espinoza dan Diana Gonzales, semuanya gadis penari dari Amerika Latin, telah menulis lagu dalam bahasa Spanyol dengan judul "Vamonos al bunga bunga" (Mari kita pergi ke bunga bunga). Mereka bahkan mengklaim bahwa Berlusconi membantu mereka menulis lagu itu. "Dia sangat fantastis," kata Polanco, 25 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X