Hassan Wirajuda: Serangan Koalisi Benar

Kompas.com - 24/03/2011, 21:39 WIB
EditorBenny N Joewono

DENPASAR, KOMPAS.com — Mantan Menlu Hassan Wirajuda mengatakan, meski sekilas merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan suatu negara, serangan ke Libya oleh pasukan koalisi bisa dibenarkan.

"Itu bagian dari right to protect warga Libya. Intervensi terbatas dibenarkan ketika rezim sudah memutuskan melakukan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri. Artinya, serangan itu merupakan bentuk perlindungan masyarakat internasional kepada Libya yang terancam oleh penguasanya sendiri," jelasnya seusai memberi materi dalam Seminar Nasional "Politik di Timur Tengah" di Universitas Udayana Denpasar, Kamis (24/3/2011).

Ia mengatakan, masyarakat internasional tampaknya tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti kasus di Rwanda yang membiarkan terjadi perang saudara selama berbulan-bulan, dan bisa mengakibatkan tewasnya 1,5 juta orang.

Hassan menjelaskan, serangan koalisi tersebut juga telah didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang berisi embargo militer terhadap Libya dan penetapan wilayah larangan terbang alias no fly zone.

"Penetapan no fly zone merupakan usulan organisasi Liga Arab. Kalaupun ada negara anggota Liga Arab yang mengkritik serangan itu, maka lebih disebabkan mereka khawatir serangan itu akan menjadi preseden bagi negara mereka yang juga adalah negara otoriter. Qatar dan Uni Emirat Arab sendiri ikut menyumbang pesawat bagi pasukan koalisi," katanya.

Selain itu, tambah Hassan, pergolakan di Libya dan negara-negara Arab lainnya merupakan kegagalan negara-negara tersebut serta organisasi regionalnya untuk mengubah diri menjadi negara yang demokratis.

"Kesuksesan ekonomi pada akhirnya akan menjadi masalah bila tidak diikuti oleh pembangunan politik," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X