Ini Sikap Indonesia soal Libya

Kompas.com - 23/02/2011, 15:50 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, pemerintah Indonesia prihatin dengan situasi di Libya yang semakin memanas. Aksi-aksi kekerasan terjadi di negara tersebut. Sampai saat ini, jumlah korban tewas akibat bentrokan di negara kaya minyak tersebut dilaporkan mencapai 300 orang.

"Kita mengharapkan baik rakyat maupun pemerintah Libya bisa menyelesaikan masalah ini secara damai, secara demokratis, dan melalui dialog," kata Marty lepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, pemerintah Libya telah melakukan "pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional".

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton meminta Moammar Khadafy menghentikan aksi pertumpahan darah yang tak bisa diterima dan dunia sedang menonton kekerasan Libya "dengan peringatan".

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris David Cameron menyebut kekerasan rezim Khadafy "mengerikan". 

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

    Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

    Internasional
    Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

    Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

    Internasional
    China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

    China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

    Internasional
    Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

    Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

    Internasional
    Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

    Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

    Internasional
    Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

    Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

    Internasional
    Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

    Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

    Internasional
    Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

    Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

    Internasional
    Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

    Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

    Internasional
    Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

    Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

    Internasional
    King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

    King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

    Internasional
    Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

    Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

    Internasional
    Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

    Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

    Internasional
    Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

    Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

    Internasional
    Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

    Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X