Presiden Pakistan Dukung PM Gilani

Kompas.com - 04/01/2011, 17:33 WIB
EditorJosephus Primus
ISLAMABAD, KOMPAS.com — Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, Senin (3/1/2011), menyatakan kepercayaan penuhnya kepada perdana menterinya yang berusaha mencegah pemerintahnya jatuh setelah satu mitra koalisi pentingnya mundur.     

Pemerintah Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani yang didukung oleh Amerika Serikat kehilangan mayoritasnya di parlemen, Minggu, ketika partai Muttahida Qaumi Movement (MQM) mundur dari pemerintah dan menjadi oposisi karena kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak yang menurutnya menyusahkan rakyat Pakistan.     

Pemerintah Gilani bisa jatuh jika oposisi memutuskan akan mengajukan mosi tidak percaya. Dukungan Zardari pada Senin itu mencerminkan presiden tidak akan tunduk pada tekanan oposisi dan mendorong Gilani untuk mencari suara di parlemen.     

Pernyataan itu bertepatan dengan tekanan AS yang meningkat terhadap Pakistan agar bertindak lebih keras terhadap kelompok-kelompok garis keras untuk membantunya  memenangi perang di Afganistan.     

Washington mengatakan, pihaknya akan tidak akan memberikan komentar mengenai politik koalisi Pakistan—satu masalah politik dalam negeri, tetapi menyarankan kemelut itu tidak memberikan dampak pada operasi terhadap gerilyawan.     

"Saya tidak dapat berkomentar mengenai hal ini dan fakta mereka mengalami situasi politik saat ini dan jangan menggangu mereka untuk melakukan tindakan apa pun," kata juru bicara Depertemen Luar Negeri PJ Crowley kepada wartawan.

"Kami akan tetap melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Pakistan," imbuhnya.
Ada spekulasi di media bahwa hubungan antara presiden Pakistan itu dan perdana menteri semakin tegang kendatipun mereka berasal dari partai politik yang sama. "(Zardari) memiliki kepercayaan penuh pada Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani dan tetap mendukung dia dalam menggagalkan setiap usaha menggoyahkan pemerintah koalisi," kata juru bicara presiden dalam satu pernyataan.     

Hal itu menambahkan kesulitan pemerintah dalam memerangi kelompok garis keras domestik dan berjuang untuk memenuhi tuntutan-tuntutan Dana Moneter Internasional, termasuk reformasi pajak yang sensitif, sebagai imbalan bagi pinjaman 11 miliar dollar AS.     

Liga Muslim Pakistan (PML-N) yang dipimpin mantan PM Nawaz Sharif, partai oposisi terbesar di parlemen, diperkirakan akan melakukan pertemuan Selasa untuk memutuskan satu tindakan.     

Kemungkinan partai itu akan menjadi kekuatan sangat penting dalam memutuskan nasib pemerintah itu karena kelompok itu adalah satu-satunya partai oposisi dengan jumlah suara yang dapat memaksa pemungutan suara tidak percaya terhadap pemerintah Gilani.     

Setelah pembelotan MQM, pemerintah kurang 12 kursi dari jumlah suara yang diperlukan untuk dapat selamat dari mosi tidak percaya. Apabila pemerintah kehilangan suara seperti itu, negara tersebut harus menyelenggarakan pemilu yang dipercepat. Gilani berusaha keras untuk mendapat dukungan dari para pemimpin oposisi untuk menyelamatkan aliansinya.     

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X