Hezbollah Punya 40.000-50.000 Rudal Balistik - Kompas.com

Hezbollah Punya 40.000-50.000 Rudal Balistik

Kompas.com - 09/12/2010, 04:06 WIB

Bocoran dokumen rahasia dari situs WikiLeaks mengungkapkan, Hezbollah memiliki 40.000-50.000 rudal balistik tipe Fatih 110 yang mampu mencapai kota Tel Aviv dan sebagian besar wilayah Israel. Hezbollah juga memiliki 10 rudal canggih tipe Scud D.

Dalam kawat diplomatik tertera November 2009 yang ditulis Kuasa Usaha AS di Damaskus diungkapkan, tindakan Suriah terus membantu mengembangkan kekuatan militer Hezbollah, khususnya terus menyuplai rudal jarak jauh dan memiliki sistem tembak terarah, bisa mengubah perimbangan kekuatan di kawasan dan dapat memicu perang yang lebih menghancurkan dibanding perang Israel-Hezbollah tahun 2006.

AS, menurut kawat diplomatik itu, mengakui Suriah terus memasok senjata kepada Hezbollah mungkin bertujuan untuk memperkuat daya tawar-menawarnya dengan Israel dalam perundingan damai ataupun dalam situasi tegang.

Dalam kawat diplomatik tersebut, sejumlah pejabat Israel menyampaikan kepada sejumlah pejabat AS, dalam perang Israel-Hezbollah mendatang, Hezbollah akan menembakkan 400 hingga 600 rudal setiap hari ke arah berbagai sasaran di Israel selama sekitar dua bulan.

Hezbollah juga memiliki instalasi militer di wilayah Suriah yang akan menjadi sasaran serangan Israel jika meletup konflik militer Israel-Hezbollah pada masa datang.

Diungkapkan pula, Arab Saudi mengusulkan membentuk satuan militer dengan dibantu AS, NATO, dan PBB untuk memerangi Hezbollah di Lebanon.

Dalam kawat diplomatik tertera Mei 2008, Menlu Arab Saudi Pangeran Suud al-Faisal mengatakan, harus ada reaksi militer melawan kelompok bersenjata loyalis Iran di Beirut.

Hezbollah sempat menguasai Beirut Barat pada Mei 2008 dalam konflik dengan Pemerintah Lebanon pimpinan Perdana Menteri Fouad Siniora.

Menurut Faisal, bila Hezbollah menang atas Pemerintah Lebanon secara militer, Iran semakin menancapkan pengaruhnya di Lebanon.

Kawat diplomatik AS seperti dirilis situs WikiLeaks mengkritik keras penyebaran senjata di Timur Tengah, terutama yang berasal dari Suriah dan Iran.

Para diplomat AS memantau perusahaan, perbankan, dan perusahaan kapal kargo yang masuk daftar hitam di mancanegara yang dicurigai terlibat pendanaan dan pengiriman senjata ke faksi-faksi radikal di Timteng, khususnya Hezbollah.

Sejumlah pejabat AS pernah berusaha mencegah seorang pedagang senjata asal Serbia menjual senjata khusus untuk sniper kepada Yaman dan teknologi rudal China kepada Pakistan.

Para diplomat AS dalam kawat diplomatiknya tertera bulan Februari 2009 menyampaikan kecemasannya atas aktivitas pesawat kargo milik maskapai penerbangan swasta Sudan, Al Badar, yang mengangkut senjata dari Iran ke Sudan untuk kemudian dicanangkan dikirim ke Hamas di Jalur Gaza. (mth)


Editor

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X