Gaya Berbusana Ibu Negara Amerika Serikat

Kompas.com - 09/11/2010, 15:32 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com - Menjadi orang ternama di Amerika Serikat sudah pasti akan menyangkut pula orang-orang di sekitarnya. Sejak terpilihnya Barrack Obama sebagai presiden Amerika Serikat, sosok wanita yang ada di sisinya, juga ikut menjadi sorotan. Kecantikan, gaya, dan pribadi Michelle Obama, sang First Lady tak hanya memikat sang suami, tetapi juga masyarakat AS.

Salah satu hal yang paling menonjol mengenai Michelle Obama adalah gaya berbusananya. Ia dinilai sebagai ibu negara yang pandai bergaya, meski tak sedikit pula yang tidak setuju dengan pilihan gayanya. Gaya berbusana Michella Obama terus menjadi sorotan sejak terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS pada tahun 2008 lalu. Ia dikenal memiliki sense berbusana yang tidak kolot, tetapi juga tidak berlebihan. Ia mencoba menambahkan detail unik di busananya atau menggunakan warna-warna terang yang tidak biasa dikenakan oleh para ibu negara sebelum-sebelumnya.

Hal yang membuat Michelle terlihat menarik dalam busana-busana yang ia kenakan karena ia memiliki tubuh yang kencang dan terjaga baik. Terlihat bahwa ibu dari Malia dan Sasha Obama ini memang menjaga tubuhnya. Anda bisa melihat tubuhnya yang tinggi semampai tetap kencang, apalagi ia kerap menggunakan baju tanpa lengan (sleeveless) dan memamerkan lengannya yang kencang. Ia pun menjadi satu-satunya ibu negara yang pernah masuk dalam daftar wanita terseksi oleh majalah pria dewasa, Maxim.

Busana Sebagai Pernyataan Diri
Wanita kelahiran 17 Januari 1964 ini memang gemar mengenakan busana-busana dari perancang-perancang bukan dari mainstream atau perancang yang sudah kenamaan. Contohnya, pada malam pesta inagurasi terpilihnya Barack Obama sebagai presiden AS, Michelle memilih gaun putih one shoulder kreasi perancang Amerika kelahiran Taipei yang berusia 26 tahun, Jason Wu. Lalu, ia pun beberapa kali terlihat mengenakan pakaian rancangan Thakoon, desainer Amerika yang berasal dari Thailand, khususnya saat kunjungan ke Paris. Lalu salah satu desainer yang pakaiannya juga sering dikenakan Michelle adalah Azzedine Alaia dari Tunisia. Selain itu, busana-busana dari perancang asal Kuba, Narciso Rodriguez. Bahkan, pernah, Michelle mengenakan kardigan dari perancang asal Jepang, Junya Watanabe. Tak hanya busana dari perancang-perancang saja, tetapi Michelle juga sering mengenakan pakaian brand perusahaan ritel, seperti J.Crew.

Bukan hanya bermaksud tampil cantik, namun, ada pesan lain yang dimaksudkan dalam gayanya berpakaian. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Time, Michelle mengakui bahwa gaya berpakaiannya yang berbeda memang merupakan caranya untuk mengekspresikan diri. "Akan selalu ada orang yang mengkritik kita, termasuk dalam gaya berpakaian. Namun, jika Anda merasa nyaman dengan pilihan Anda sendiri, maka semua omongan itu hanya berakhir pada percakapan saja. Semua orang punya hak untuk berbicara. Anda punya kesempatan untuk memilih sesuatu, dan Anda akan memiliki konsekuensi atas pilihan itu. Tetapi setidaknya, itu pilihan Anda," ungkap Michelle kepada majalah Time.

Perhatian
Pilihan berbusana Michelle memang tidak lepas dari orang-orang yang mendandaninya. Tentu, sebagai istri dari Presiden AS, Anda tak punya banyak waktu luang untuk berbelanja atau jalan-jalan ke mal. Ia punya tim untuk mencarikannya busana yang akan ia kenakan, tentu pada akhirnya ia yang memakailah yang akan memilih. Ia juga tentu harus menyesuaikan caranya berpakaian dengan tempat yang akan ia datangi, serta orang yang ia temui.

Ia dikenal mampu menyesuaikan gayanya dengan tempat yang ia datangi. Contoh, saat ia datang ke sebuah sekolah bahasa di London, ia mengenakan kardigan wol, seperti yang dikenakan para murid di sana. Namun, tentu miliknya dibuat lebih edgy dengan motif dan warna yang lebih menarik, karena rancangan desainer Jepang Junya Watanabe. Lain lagi, dalam kunjungannya ke Perancis, saat bertemu dengan Carla Bruni-Sarkozy, ia mengenakan coat panjang, mirip seperti trademark berbusana Carla Bruni-Sarkozy yang seringkali mengenakan coat panjang keluaran Christian Dior. Atau dalam kunjungan sebelum ke Indonesia hari ini, di India, Michelle terlihat menggunakan busana berkilau dan glamor untuk menghadiri jamuan makan malam bersama pemimpin negara tersebut. Blus sheer lengan panjang dan rok panjang berkilau terlihat manis dikenakan Michelle.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menggerakkan Roda Ekonomi
Soal berbusana, jangan anggap kemampuannya hanya sebatas mengenakan saja. Tetapi, seperti dilaporkan Time, busana yang dikenakan wanita asal Chicago ini mampu menggerakkan roda ekonomi dunia fashion AS. Laporan dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa ibu negara AS ke-44 ini memiliki kemampuan untuk menggerakkan pendapatan bagi desainer yang busananya ia kenakan.
 
Dikutip dari Time, David Yearmack, profesor dari Stern School of Business di New York menganalisa, antara November 2008-Desember 2009, saham perusahaan busana dari pakaian yang dikenakan oleh Michelle (sekitar 29 merek), mengalami perubahan yang tidak biasa. Dari data tersebut ditemukan bahwa Michelle Obama menggerakkan sekitar 2,7 miliar dolar AS dari 29 merek tadi sepanjang 189 penampilannya di hadapan publik.

Bahkan, setelah datang ke acara Nobel Peace Prize di Desember 2009, perusahaan yang terkait dengan pakaian yang ia kenakan, khususnya Macy's, Nordstrom, Saks, Dilliard's, serta Phillips-Van Heusen and Richemont, mengalami peningkatan sekitar 772 juta dolar AS. Pada penampilannya dalam acara The Tonight Show, Michelle mengenakan busana keluaran J.Crew, pada hari itu, saham perusahaan tersebut seharga sekitar 16,24 dollar AS, hari berikutnya, naik hingga 8 persen, dan tiga hari kemudian naik hingga 25 persen, dan ini bukan karena ada pergolakan ekonomi atau tren apa pun. Menurut Yearmack, pergerakan ekonomi ini dimungkinkan karena kemampuan Michelle untuk mengkombinasikan busana high-end dengan busana ritel yang lebih terjangkau oleh masyarakat kebanyakan.

 

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.