Tentara Inggris Bunuh Bocah Lagi Bermain

Kompas.com - 24/10/2010, 01:18 WIB
Editoryuli

LONDON, KOMPAS.com - Seorang serdadu Inggris diketahui membunuh gadis Irak yang masih berusia delapan tahun, padahal si bocah sedang bermain di jalan.

Informasi ini dibongkar pada Sabtu (23/10/2010) ini oleh Wikileaks, situs non-jurnalistik yang didirikan Julian Assange dan menjadi musuh utama propaganda Amerika Serikat serta sekutunya.

Menurut Wikileaks, para tentara sedang membagi-bagikan permen untuk anak-anak dalam upaya mereka untuk memenangkan "hati dan pikiran" ketika si bocah itu diduga sudah tewas.

Phil Shiner dari komunitas Pembela Kepentingan Publik, mengatakan, "Tank itu berhenti di ujung jalan, bocah perempuan itu di sana dengan baju kuning, si penembak muncul dan mengusirnya agar menjauh."

Shiner menyampaikan hal itu setelah Wikileaks mengunggah 400.000 dokumen militer soal Amerika. Shiner tidak merinci kisah itu ketika mendampingi Julian Assange di London, Sabtu (23/10/2010).

Dokumen Pentagon itu disebarkan untuk menunjukkan bahwa para komandan gagal menyelidiki penyiksaan dan pembunuhan oleh polisi dan tentara dan menyerukan agar digelar penyelidikan menyeluruh.

Dokumen itu juga menyebutkan, sebuah helikopter bersenjata terlibat dalam penembakan para jurnalis dan pemberontak bahkan ketika mereka sudah mencoba menyerah. Dibongkar juga kisah 15.000 kematian warga sipil yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, dokumen itu hanya memuat sedikit kisah tentang tentara Inggris. Dua laporan dari Juni 2008 hanya memuat kisah dua lelaki Syiah yang dipukul dan ditendang tentara Inggris.

Data lainnya, tertanggal 2 September 2008, seorang interogator sipil mengklaim bahwa tentara Inggris telah menyeretnya ke rumahnya, membenamkan kepalanya dalam semangkuk air dan mengancamnya dengan pistol.

Namun Shiner mengingatkan bahwa beberapa kematian dalam keseluruhan dokumen itu mungkin saja melibatkan tentara Inggris, serta terbuka kemungkinan untuk diperkarakan.

"Ini memungkinkan karena rakyat Irak mati ketika dikontrol ketat oleh tentara Inggris --ditahan, di kendaraan, helikopter atau fasilitas penahanan," katanya. "Lainnya dibunuh di tahanan oleh tentara Inggris dan tidak seorang pun tahu seberapa banyak rakyat Irak yang kehilangan nyawanya ketika berada di tahanan tentara Inggris".

Juru bicara Kementerian Pertahanan hanya menanggapi begini, "Kami tidak mengomentari insiden itu sekarang. Penyelidikan masih berlangsung.

Informasi soal bocoran dokumen itu juga dikirimkan tanpa suntingan ke meja redaksi New York Times (Amerika), Le Monde (Perancis), The Guardian (Inggris) dan Der Spiegel (Jerman).

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.