Koalisi Konservatif Swedia Berkuasa Lagi - Kompas.com

Koalisi Konservatif Swedia Berkuasa Lagi

Kompas.com - 20/09/2010, 12:18 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Koalisi kanan-tengah Swedia kembali memenangkan pemilihan, Minggu (19/9). Ini menjadi momen bersejarah karena pemerintah non-sosialis terpilih untuk masa jabatan kedua yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah politik negara itu.

Koalisi empat partai berhaluan kanan-tengah dari Perdana Menteri Swedia, Fredrik Reinfeldt, yang terdiri dari Partai Moderat, Liberal, Demokrat Kristen dan Tengah - memegang kekuasaan, tetapi kehilangan suara mayoritas. "Orang-orang Swedia telah memberikan suara mereka, dan mereka telah memutuskan bahwa kamilah yang harus tetap berkuasa," kata Reinfeldt pada perayaan malam pemilu partainya, seperti dikutip CNN, Senin (20/9).

Koalisi pimpinan Reinfeldt memenangkan 49,3 persen suara, kata pejabat di Otoritas Pemilu Swedia setelah seluruh suara 5.668 wilayah pemilihan memberikan laporan. Pihak oposisi yang merupakan koalisi "merah-hijau", yang terdiri dari Partai Sosial Demokrat, Partai Kiri dan Partai Hijau, memiliki 43,7 persen suara, kata para pejabat pemilihan.

Partai Demokrat Swedia yang berhaluan kanan-jauh dan anti-imigran juga memperoleh kemenangan berarti, dengan menang 5,7 persen suara dan meraih tempat di parlemen nasional untuk pertama kalinya. Dengan memiliki 20 kursi, partai itu bisa memberi keseimbangan kekuasaan antara dua koalisi besar, meskipun para pemimpin partai, termasuk Reinfeldt, telah bersumpah untuk tidak bekerja sama dengan Demokrat Swedia.

Pemimpin koalisi oposisi merah-hijau Swedia, Mona Sahlin, mengakui kekalahannya Minggu malam. Dia mengatakan kepada pendukungnya, mereka tidak mampu mendapatkan kembali kepercayaan dari pemilih.

"Kami kalah," katanya, tetapi menekankan bahwa koalisi tengah-kanan juga gagal untuk mendapatkan suara mayoritas.

Koalisi yang berkuasa memenangkan 172 kursi, sedangkan kelompok Sahlin mendapat 157 kursi dari total 349 kursi di parlemen.

Swedia memiliki tradisi panjang pemerintahan sosialis, dengan sebuah sistem kesejahteraan sejak bayi lahir hingga ke liang kubur. Namun krisis keuangan global telah melempar negara itu ke dalam kemerosotan ekonomi terburuk yang pernah dialaminya sejak Perang Dunia II.

Koalisi konservatif yang memerintah, yang berkuasa sejak 2006, memberlakukan serangkaian langkah penghematan dan berhasil mengubah ekonomi Swedia menjadi salah satu yang terkuat di Eropa, dengan pertumbuhan yang diharapkan mencapai 4,5 persen tahun ini. Manajemen krisis yang sukses itu tampaknya telah mempengaruhi banyak pemilih.


EditorEgidius Patnistik

Close Ads X