Libya Bebaskan 38 Anggota Garis Keras

Kompas.com - 31/08/2010, 05:18 WIB
EditorEgidius Patnistik

TRIPOLI, KOMPAS.com - Pemerintah Libya akan membebaskan lagi 38 anggota sebuah kelompok Islam garis keras yang dipenjarakan karena merencanakan untuk menggulingkan pemerintah Muammer Gaddafi, kata jaksa agung negara itu, Abderhmane al Abbar, Senin.

"Pemerintah telah mengambil keputusan untuk membebaskan ke-38 tawanan itu dan mereka diperkirakan akan meninggalkan penjara hari ini atau besok. Itu hanya masalah prosedur," ujarnya pada Reuters.

Para pemimpin Kelompok Perjuangan Islam Libya (LIFG), yang dipenjarakan di Abu Salim di pinggiran kota Tripoli, telah merundingkan perjanjian pada dua tahun terakhir untuk meninggalkan kekerasan dan cap Islam garis kerasnya sebagai pertukaran bagi pembebasan para anggota LIFG itu.

Tidak jelas apakah para pemimpin LIFG yang tersisa itu akan termasuk di antara ke 38 tawanan yang akan dibebaskan. Sedikitnya 254 anggota kelompok itu telah dibebaskan dalam beberapa rombongan dalam hampir tiga tahun.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan pasukan keamanan Libya telah menewaskan 1.200 tawanan pada tahun 1996 di Abu Salim dalam pertempuran antara militer dan gerilyawan LIFG di beberapa desa dan kota di sekitar Benghazi, tempat tak aman bagi oposisi pemerintah Gaddafi.

Tiga pejabat penting dari kelompok itu telah dibebaskan awal tahun ini melalui pembicaraan yang dipelopori oleh Saif al Islam, putera Gaddafi yang paling berpengaruh yang condong pada pembaruan.

Media Libya mengatakan para pemimpin LIFG yang dipenjarakan itu telah mengeluarkan sebuah buku tahun lalu yang dipuji oleh beberapa sarjana Muslim sebagai "membuka jendela baru" untuk mendorong Islam moderat. Sejumlah sarjana Islam menyampaikan keraguan mengenai keabsahan intelektual buku itu, dengan dalih bahwa para pemimpin LIFG yang dipenjarakan itu tidak bebas menyampaikan pemikiran sejati mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

LIFG teah melakukan pertempuran di jalanan kota dan di gunung pada 1990-an, membunuh puluhan tentara dan polisi, sebagai bagian dari upaya mereka untuk menggulingkan Gaddafi.

Menurut beberapa sumber keamanan dan politik Libya, Al Qaeda menghendaki LIFG bergabung dengan cabang Afrika Utaranya, tapi sebagian besar dari kepemimpinan kelompok itu menentang strategi global Al Qaeda dan yakin bahwa tak mungkin kelompok itu menghasilkan perubahan di Libya.

Sumber-sumber politik di Tripoli mengatakan bahwa sebanyak 300 gerilyawan Islam dari LIFG dan kelomok garis keras lainnya masih di dalam penjara, tidak termasuk rombongan baru tawanan yang akan dibebaskan pekan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.