AS Tetap Tarik Pasukannya dari Irak

Kompas.com - 12/08/2010, 14:44 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com — Kendati ada peringatan dari perwira penting Irak, Amerika Serikat, Rabu (11/8/2010), menyatakan pengurangan pasukannya tetap dilakukan dan menyarankan hanya ada puluhan tentara di Kedutaan Besar AS di Baghdad setelah tahun 2011.

Kini ada 64.000 tentara AS di Irak, tetapi jumlah itu akan menurun menjadi 50.000 personel pada akhir bulan ini apabila AS mengumumkan penghentian operasi-operasi tempur dan mengalihkan kegiatan pada misi pelatihan dan nasihat. "Kami memutuskan bahwa akhir bulan ini akan menghentikan misi tempur kami," kata juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, dalam satu keterangan pers, sementara Presiden AS, Barack Obama, sibuk berunding dengan tim keamanan nasional sipil dan militernya mengenai Irak.

Beberapa jam sebelumnya, perwira penting militer Irak mengemukakan kepada AFP di sela-sela konferensi kementerian pertahanan di Bagdad bahwa pasukan AS mungkin masih dibutuhkan di negara yang dilanda konflik itu untuk sepuluh tahun lagi. "Tidak lama setelah ini, penarikan dapat dilakukan dengan lancar," kata Letjen Babaker Zerbari. "Tetapi masalah akan mulai timbul setelah tahun 2011, para politikus  harus mencarikan cara-cara lain untuk mengisi kekosongan setelah tahun 2011. Jika saya ditanya tentang penarikan pasukan itu, saya akan mengatakan kepada para politisi, 'Tentara Amerika Serikat harus berada di Irak sampai tentara Irak siap sepenuhnya pada tahun 2020'."

Pernyataan jenderal itu muncul setelah delapan tentaranya tewas dalam satu serangan yang berani yang menandakan Irak masih menghadapi masalah keamanan, sementara masih berjuang untuk membentuk satu pemerintah baru lima bulan setelah pemilu. Aksi kekerasan akhir pekan lalu menewaskan paling tidak 60 orang di seluruh Irak, termasuk 43 orang akibat tiga ledakan bom, Sabtu malam, di kota Basra, Irak selatan.

Seorang penasihat Gedung Putih semakin membuat situasi memanas karena menyarankan kehadiran militer AS di Irak setelah penarikan  pasukan tahun 2011 dapat dibatasi "puluhan" atau "ratusan" tentara yang berada di bawah kekuasaan kedutaan besar. "Kami akan bekerja di Irak seperti apa yang kami lakukan di banyak negara di seluruh dunia, dengan demikian kami memiliki hubungan keamanan yang mengurus penjualan perlengkapan keamanan atau melatih pasukan mereka, yang akan membangun jaringan hubungan," kata Anthony Blinken, penasihat keamanan nasional untuk Wakil Presiden Joe Biden.

"Ini adalah sesuatu hal yang biasa pada banyak kedutaan besar di seluruh dunia, yang berada di bawah wewenang ketua misi, duta besar, dan melibatkan sejumlah kecil personel militer," katanya.

Blinken meremehkan penarikan pasukan AS akan mengakibatkan kekosongan keamanan. "Ada banyak masalah yang tersisa yang Irak perlu selesaikan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semua pasukan AS diperkirakan akan meninggalkan negara itu akhir tahun depan, sesuai dengan ketentuan-ketentuan perjanjian keamanan bilateral, dan Obama menegaskan penarikan yang akan dilakukan itu sesuai dengan rencana dan tidak akan ditangguhkan.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X