Kabur Naik Taksi, TNI Dicap Impoten

Kompas.com - 06/08/2010, 16:16 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com Media Lebanon mengecam Pasukan Interim PBB, yang meliputi tentara Indonesia, di Lebanon, sebagai penonton yang "impoten". Kecaman muncul setelah mereka kabur dari sebuah pertempuran mematikan antara tentara Lebanon dan Israel di perbatasan kedua negara itu.

"Pasukan internasional yang impoten dipukul mundur, meninggalkan tempat pertempuran dan melihat peristiwa itu berlangsung dari kejauhan," lapor harian As-Safir, yang dekat dengan gerakan Syiah, Hezbollah. "UNIFIL telah meminta tentaranya hanya menunjukkan senjata... melawan pasukan musuh," kata surat kabar itu, Rabu, sebagaimana dikutip AFP. "Hal itu telah mendorong (musuh) yang tadinya diam, dan tidak berperan efektif untuk mencegah agresi Israel," lanjut koran itu.

UNIFIL atau United Nations Interim Force in Lebanon merupakan Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk misi perdamaian di Lebanon selatan.

Tentara Lebanon dan Israel terlibat bentrok senjata di perbatasan mereka, Selasa, yang merupakan bentrokan terburuk sejak perang tahun 2006 antara Israel dan Hezbollah. Dua tentara Lebanon, seorang wartawan Lebanon, dan seorang perwira senior Israel tewas dalam bentrokan itu.


Harian Al-Anwar mencemooh pasukan multinasional dengan mengatakan "pasukan itu menjalankan tugasnya dengan sempurna" ketika segala sesuatunya berjalan tenang. "Namun... ketika konfrontasi meletus, pasukan itu hanya bertindak sebagai penonton, yang kemudian mengontak kedua pihak untuk coba kembali tenang dan kemudian menyampaikan laporan kepada Dewan Keamanan," kata koran itu.

Harian An-Nahar mengatakan, "Pertanyaannya adalah, apa yang harus dilakukan jika insiden itu berulang... khususnya berkaitan dengan peran UNIFIL. Kenapa UNIFIL tidak membantu tentara, setidaknya dengan menawarkan pertolongan pertama." Dikatakan, organisasi seperti UNIFIL wajib untuk mengevakuasi korban.

Hari Selasa, televisi Hezbollah, Al-Manar, menayangkan gambar dua tentara Indonesia, mungkin dari UNIFIL, meninggalkan tempat pertempuran dengan menumpang sebuah taksi. New TV, yang juga bersimpati kepada Hezbollah, melaporkan tentang tentara UNFIL yang melarikan diri.

UNIFIL memiliki sekitar 13.000 tentara dari berbagai negara yang ditempatkan di Lebanon selatan. Pasukan itu, yang didirikan tahun 1978 untuk memantau perbatasan antara Israel dan Lebanon selatan, ditingkatkan jumlahnya setelah perang tahun 2006 antara Hezbollah dan Israel.

Terkait kecaman media Lebanon yang pro Hezbollah itu, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso membantah bahwa prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL telah meninggalkan medan pertempuran saat terjadi kontak senjata antara pasukan bersenjata Israel dan Lebanon. "Bukan kabur, sampai kemarin pasukan kita berlindung di bangunan di situ," kata Djoko di Istana Bogor, Kamis (5/8/2010), sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Menurut Djoko, sebagai anggota pasukan penjaga perdamaian, pasukan TNI tidak boleh terlibat dalam kontak senjata. "Iya, kami kan peace keeping, ada mekanismenya, dilaporkan ke atas," kata Djoko.



EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Internasional
Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Internasional
PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

Internasional
Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Internasional
Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Internasional
Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Internasional
Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Internasional
Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Internasional
Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Internasional
Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Internasional
Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Internasional
Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Internasional
Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Internasional
Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Internasional

Close Ads X